Mukisi.com – Ikan asin yang menjadi makanan favorit di asia, khususnya China, Malaysia, dan Indonesia menarik perhatian para peneliti untuk melakukan studi mengenai dampak ikan asin tersebut pada kesehatan. Hasilnya sangat mengagetkan, karena ternyata ikan asin dapat meningkatkan resiko seseorang terkena kanker tenggorokan.

Dilansir dari liputan6 seseorang yang mengonsumsi ikan asin sejak kecil memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena kanker tenggorokan. Hal ini didasarkan pada sebuah studi yang menunjukkan bahwa lebih lebih banyak seseorang mengonsumsi ikan asin maka akan semakin tinggi pula resikonya terkena kanker tenggorokan.

Studi yang telah dilakukan oleh Jepang, China, dan Malaysia selama dua dekade terakhir tersebut menemukan beberapa kandungan zat kimia pada ikan asin disebutkan dapat memicu kanker tenggorokan. Zat kimia tersebut terbentuk secara alamiah dalam proses pembuatan ikan asin, yaitu pada proses penggaraman dan pengeringan dibawah teriknya sinar matahari.

Zat kimia yang terkandung pada ikan asin tersebut dikenal dengan nama nitrosamin. Selain terbentuk karena proses pembuatan ikan asin, nitrosamin juga dapat terbentuk pada saat seseorang mengonsumsi ikan asin dan terjadi reaksi antara asam lambung dan ikan asin yang telah dikonsumsi.

Dengan adanya kandungan nitrosamin dan garam yang tinggi pada ikan asin, hal tersebut akan merusak salah satu komponen sel DNA seseorang hingga menyebabkan sel-sel yang terdapat pada tenggorokan seseorang akan berkembang biak secara terus menerus tanpa terkendali.

OrganisasiKesehatan Dunia (WHO) juga menyebutkan bahwa nitrosamin juga masuk dalam kategori zat pemicu kanker (karsinogenik) yang sangat berbahaya. Dalam hal ini, dikarenakan zat tersebut dapat membuat seseorang lebih muda terinfeksi sebuah virus yang berperan sebagai penyebab utama kanker tenggorokan. Virus tersebut dinamakan Epstein-barr Virus (EBV).

Untuk itu, setiap produsen ikan asin dalam memproduksi ikan asin harus memperhatikan jenis-jenis ikan yang akan diolah menjadi ikan asin, memperhatikan garam yang dipakai, banyaknya paparan sinar matahari, serta cara penyimpanan ikan asin tersebut. Hal tersebut dikarenakan tidak semua jenis ikan mengandung banyak nitrosamin, dan tergantung bagaimana proses pengolahannya.

Karena hingga kini belum ada sebuah cara yang cukup mudah untuk mengukur kandungan  nitrosamin pada ikan asin dalam menentukan kelayakannya untuk dikonsumsi. Maka masyarakat dihimbau untuk melakukan pembatasan dalam mengonsumsi ikan asin demi menghindari dan meminimalisir dampak nitrosamin yang dapat menyebabkan kanker tenggorokan tersebut. (nda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here