Mukisi.com – Beberapa orang menganggap bahwa rokok elektrik lebih aman daripada rokok konvensional. Anggapan ini ternyata salah besar, karena rokok elektrik juga memiliki zat karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan sel kanker.

Dilansir dari detik health, dr. Agus Dwi Susanto, Sp. PK. mengungkapkan, “Ada risiko yang harus ditanggung oleh mereka yang memilih vape atau rokok elektrik. Bukan nikotin yang meningkatkan adiksi, tapi senyawa lain yang memicu pertumbuhan sel kanker,” ungkap dokter spesialis paru dari Rumah sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan tersebut

Kemudian, ia menjelaskan bahwa proses pembakaran dalam rokok konvensional, menjadikan asap yang dihisap oleh seorang perokok akan menghasilkan sebuah zat atau senyawa yang bernama benzena dan asetaldehida, senyawa inilah yang dapat memicu kanker pada rokok konvensional.

Sedangkan dalam rokok elektrik, di dalamnya terkandung senyawa yang lebih berbahaya daripada rokok konvensional, yaitu gliserol dan formaldehida yang juga dapat memicu sel kanker karena bersifat karsinogenik.

Dalam hal ini, menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Jepang seperti dikutip oleh liputan6 dikatakan bahwa kandungan formaldehida pada rokok elektrik merupakan zat yang biasa ditemukan dalam bahan bangunan dan pembalseman cairan yang memiliki tingkat karsinogen lebih tinggi dibandingkan dengan rokok konvensional.

Selain itu, ditemukan pula kandungan asetaldehida pada rokok elektrik dengan kandungan yang lebih tinggi pula dibandingkan dengan rokok konvensional.

“Bahkan, dalam salah satu merek rokok elektronik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen dibandingkan satu batang rokok biasa,” ungkap salah satu peneliti dari National Institute of Public Health, Jepang dr. Naoki Kunugita.

Karena belum ada regulasi yang jelas mengatur tentang rokok elektrik. Tentunya hal yang berkaitan dengan rokok elektrik tersebut harus selalu di waspadai. Mengingat, Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menghimbau bagi seluruh negara di dunia agar melarang penjualan rokok elektrik tersebut terutama kepada anak-anak, ibu hamil dan wanita usia produktif.

Kewaspadaan tersebut dikarenakan masih belum banyak penelitian akan bahayanya rokok elektrik bagi kesehatan, tetapi ancaman  bahaya rokok elektrik tersebut memang benar-benar nyata.

Untuk itu dr. Agus menyarankan “Berhenti merokok adalah solusi pencegahan kanker paru. Bukan hanya pada produk-produk rokok konvensional, tetapi juga rokok-rokok elektrik yang saat ini beredar,” sarannya. (nda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here