Mukisi.com – Gula, garam dan lemak jika masuk ke dalam tubuh dengan takaran yang tidak sesuai akan sangat membahayakan kesehatan seseorang. Jika dibandingkan dengan kebutuhan tubuh akan gula, garam dan lemak, umumnya masyarakat Indonesia melampaui kadar yang sudah dianjurkan.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir tempo, mengungkapkan bahwa serangan jantung, stroke dan diabetes merupakan penyebab kematian 70 persen penduduk dunia. Penyakit-penyakit tersebut merupakan penyakit metabolik akibat beragam asupan yang berlebihan. Oleh karena itu, masyarakat harus berupaya mengendalikan asupan gula, garam dan lemak demi menjaga kesehatan.

Dengan adanya data tersebut WHO telah menetapkan batas asupan harian dalam pengonsumsian garam, gula, dan lemak. Untuk gula, WHO menetapkan batas 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per harinya termasuk gula alami yang terkandung dalam buah dan susu.

Namun kenyataannya, masyarakat Indonesia sangat sering melampaui batas yang telah ditetapkan oleh WHO tersebut. Misalnya,  mengonsumsi es cendol saja, kita sudah mengonsumsi gula sekitar 1,5 sendok makan gula. Es teh manis mengandung 2 sendok makan gula. Dua buah donat mengandung dua sendok makan gula. Jika sehari kita mengonsumsi semuanya,  tentu saja akan melebihi batas pemenuhan asupan gula yang telah ditetapkan oleh WHO.

Sedangkan untuk asupan garam, WHO menetapkan batas sebanyak 5 gram saja atau setara dengan 1 sendok teh per harinya dan paling sering dilampaui batasannya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan dengan tingginya kadar garam pada makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Misalnya ayam geprek, makanan yang langi ngetren saat ini.  Di dalamnya terkandung banyak garam yang setara dengan 2,5 sendok makan garam. Martabak telur,  setara dengan 1 sendok makan garam, dan nasi goreng telur setara dengan 1,5 sendok makan garam. Dalam sehari, bukan tidak mungkin kita mengonsumsi semuanya.

Demikian juga dalam mengonsumsi lemak. WHO menetapkan batas aman konsumsi lemak sebanyak 67 gram atau setara dengan 5 sendok makan. Untuk itu, masyarakat juga dihimbau agar mengurangi konsumsi lemak demi kesehatan mereka masing-masing.

Jika, dipandang dari kacamata Islam, kesemua hal yang berlebihan sebenarnya sudah diatur oleh Allah subhanahu wa ta ala melalui Al-Qur’an, untuk itu sebagai seorang muslim yang baik, mengonsumsi makanan atau minuman harus sesuai dengan batas wajar agar terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit yang diakibatkan oleh konsumsi gula, garam dan lemak tersebut.

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31). (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here