Mukisi.com-Rumah Sakit (RS) Al Islam Bandung berhasil menyandang gelar sebagai RS Syariah. Uniknya, RS ini mendapatkan sertifikat syariah tanpa proses pendampingan. Hal ini dikarenakan matangnya persiapan RS Al Islam Bandung untuk langsung melaju pada tahapan pra-survey.

Direktur RS Al Islam Bandung dr. Muhammad Iqbal, SP.Pd telah menerima sertifikat syariah yang diterbitkan oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia) pada Senin lalu (28/1). Tak membutuhkan waktu lama bagi RS ini untuk mendapatkannya, terhitung sejak Oktoner lalu saat menjalani pra-survey.

“Kami pra survey pada bulan Oktober. Di bulan Desember kami langsung menjalani survey oleh DSN MUI. Dan Januari ini kami sudah terima sertifikat syariah. Kami jalani ini tanpa melalui proses pendampingan,” papar Dokter Iqbal.

RS Al Islam Bandung sejak awal berdiri memang telah menancapkan nilai-nilai Islam dalam pelayanannya. Sehingga tak banyak yang diubah oleh RS ini untuk dapat segera menjalani pra-survey hingga resmi menjadi RS Syariah.

“Kami melakukan persiapan pada 2017, hal yang kami tekankan adalah menyamakan persepsi antara RS dan pemilik. Dari sisi pemilik merasa bahwa RS Al Islam Bandung sudah Islami. Namun kami perlu meyakinkan bahwa bagaimanapun sertifikasi dibutuhkan,” lanjutnya.

Selebihnya, RS Al Islam Bandung hanya perlu mengadakan sosialisasi kepada seluruh sivitas RS. Termasuk memberikan pelatihan kepada karyawan dan mempersiapkan sarana fisik yang diperlukan, yakni penyediaan mushola di setiap lantai RS.

Alhamdulillah, di setiap lantai sudah ada mushola, petunjuk arah sudah komplit, kaligrafi Islami sebelumnya juga sudah ada,” pungkasnya.

Pencapaian ini, lanjutnya, berhasil didapatkan atas bantuan banyak pihak, baik internal maupun eksternal. Manfaatnya juga sedikit-banyak sudah dirasakan oleh masyarakat. Sebab para pasien dan customer merasa pelayanan di RS Al Islam Bandung kian baik.

“Apa yang sudah menjadi standar, selalu kami internalisasi ke dalam pelayanan RS. Kami juga melakukan monitoring sehingga menciptakan upaya perbaikan terus-menerus,” tuturnya.

Mensinergikan Tiga Akreditasi

Keberhasilan RS Al Islam Bandung diukur dari tercapainya tiga akreditasi secara terintegrasi. Yaitu akreditasi RS oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit), akreditasi RS pendidikan, dan akreditasi (sertifikasi) RS Syariah.

“Tiga hal ini bukan bagian yang terpisah, kami selalu mensinergikan agar menjadi RS yang terbaik,” imbuhnya.

Direktur RS berharap, RS Al Islam Bandung dapat istiqomah dengan label ‘Syariah’ yang kini dimiliki, sehingga mampu menjadikan pekerjaan melayani masyarakat sebagai ladang ibadah.

“Menjadi RS Syariah adalah ladang dakwah. Kami mengupayakan agar terus istiqomah dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami juga berharap dapat menjadi contoh baik untuk RS lain,” tuturnya.

Menurutnya, untuk menjadi RS Syariah diperlukan tekad yang kuat dari seluruh sivitas RS. Karena persyaratannya memang tidak mudah, dan harus memiliki kekompakkan yang solid. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here