Mukisi.com– Setelah sekian banyak RS yang mengajukan sertifikasi syariah, kini giliran RSUD Kota Tangerang yang sedang berproses menjadi RS Syariah.

Kamis lalu (24/1), Mukisi (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia) bersama DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia) telah mengadakan survei sertifikasi syariah di RSUD Kota Tangerang.

Pada kesempatan itu, DSN mengirimkan Ustadz Rizka Maulana, Lc dan Yuke Rahmawati, S.Ag, sebagai petugas survei sertifikasi. Sedangkan dari Mukisi, drg. Wahyu Sulistiadi, MARS, ditunjuk sebagai pendamping para petugas survei dari DSN. Dan pada kesempatan itu pula, Direktur RSUD Kota Tangerang, dr. H. Feriyansyah, MKM, yang menyambut langsung para petugas survei.

Dikatakan oleh dokter Wahyu, RSUD Kota Tangerang ini telah mengajukan sertifikasi sejak tahun 2018 lalu. “Ini berawal dari kemauan tinggi walikotanya yang saat itu juga menjadi pengisi acara dalam 1st IHEX lalu,” akunya. RSUD Kota Tangerang pun menyambut dengan sangat baik permintaan tersebut.

Ini dibuktikan RSUD Kota Tangerang dengan kesiapan yang menyeluruh untuk menyambut survei ini. “Mereka memiliki kemauan yang cukup tinggi, semua stakeholder termasuk pasien mendukung RS untuk tersertifikasi syariah,” tegasnya. Maka dari itu, hal inilah yang membuat RSUD Kota Tangerang sangat bersemangat dan memberikan upayanya yang luar biasa untuk mendapat sertifikasi syariah ini.

Acara survei lalu dimulai dengan pembukaan dan beberapa sambutan di antaranya oleh Sekretaris Daerah yang mewakili Walikota, Direktur RSUD Kota Tangerang dan sambutan dari DSN serta Mukisi.

Setelah itu, barulah dilanjutkan dengan telusur dokumen dan telusur lapangan. Dalam telusur dokumen, para petugas survei mengecek dokumen-dokumen yang terkait dengan pelayanan dan manajemen rumah sakit. Lalu, pada telusur lapangan, para petugas survei juga menanyakan hal terkait rumah sakit kepada para stakeholder rumah sakit dan pasien.

“Kami temukan ada 27 buah temuan yang perlu diperbaiki RSUD Kota Tangerang untuk mendapat sertifikasi syariah ini,” jelas pria yang juga menjadi petugas survei dari Mukisi itu. Dari temuan itu, para petugas survei meminta agar segera dibenahi. Ini demi lekas tersertifikasinya RSUD Kota Tangerang menjadi RS Syariah. Meski begitu, DSN dan Mukisi mengapresiasi RSUD Kota Tangerang karena telah berupaya keras untuk mendapat sertifikasi syariah.

Lalu, menanggapi temuan tersebut. Di akhir survei dilakukan rapat untuk membahas temuan itu. Menurut pria yang juga anggota Mukisi di Divisi Sertifikasi Syariah tersebut temuan ini harus segera ditindaklanjuti dan segera melapor kembali ke DSN untuk mendapat sertifikasinya.

RSUD Kota Tangerang akan menjadi RS milik pemerintah kedua yang tersertifikasi syariah setelah RSUD Zainoel Abidin di Aceh. Ini menjadi bukti bahwa sertifikasi syariah tak hanya menjadi milik Islam saja, namun juga milik semua pihak yang sadar betapa pentingnya menanamkan nilai-nilai syariah di rumah sakit.

Di sisi lain, perjuangan untuk sertifikasi ini bagi RSUD Kota Tangerang pun tak berjalan dengan mudah. Diakui oleh dokter Wahyu bahwa, RSUD Kota Tangerang mendapat tantangan yang cukup pelik dari DPRD setempat. “Mereka (DPRD) memberatkan soal sertifikasi ini, karena RS tersebut adalah milik pemerintah. Tapi, ini murni karena kurangnya edukasi soal sertifikasi syariah kepada mereka,” katanya.

Setelah mereka teredukasi soal rumah sakit syariah, pihak DPRD pun akhirnya menyetujuinya. Karena, banyak keuntungan serta kebaikan yang bisa didapatkan oleh pasien dan stakeholder rumah sakit dengan mendapat sertifikasi ini.

“Kami berharap, RSUD Kota Tangerang dapat menjadi RS pionir dan rujukan di Pulau Jawa soal RS Syariah. Karena, mereka berani memulai dan memiliki kemauan yang tinggi dari seluruh stakeholder RS,” harap dokter Wahyu mengakhiri percakapan.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here