Mukisi.com-Seiring bertambahnya usia, risiko dan berbagai masalah kesehatan semakin meningkat. Penyakit jantung hingga stroke tak jarang menyerang golongan lanjut usia. Karenanya, agar tetap sehat ada nutrisi yang penting untuk dikonsumsi.

Masa lanjut usia adalah masa dimana orang-orang dapat menikmati kegiatan sehari-hari dengan optimal. Dalam jurnal Age and Aging yang ditulis oleh peneliti dari University of South Australia menemukan, di satu sisi seseorang yang memasuki masa pensiun atau lanjut usia bisa kehilangan hubungan sosial, di sisi lain masa ini memberikan kesempatan untuk melakukan hal yang selalu diinginkan namun belum sempat dilakukan karena kesibukan kerja.

Karenanya, dalam menikmati masa lanjut usia ada baiknya juga tetap memperhatikan kesehatan. Bukan hanya dengan olahraga, namun juga tetap menjaga asupan dan nutrisi yang diterima oleh tubuh.

“Setelah menopause, jumlah estrogen dalam tubuh wanita menjadi terbatas. Bahayanya, sekali estrogen berkurang, risiko terserang penyakit jantung meningkat,” kata dr. Nereida Correa, ahli ginekologi dari Einstein College of Medicine, New York dikutip dari kompas.

Agar kesehatan tetap terjaga, ada beberapa nutrisi penting yang bisa dikonsumsi. Berikut adalah nutrisi-nutrisi yang dapat membuat tubuh Anda tetap sehat meski memasuki usia lanjut.

Vitamin D

Para lansia akan berhadapan dengan pengeroposan tulang semasa hidupnya. Jika hal ini terjadi, tentunya dapat mengganggu aktivitas. Konsumsi vitamin D ternyata cukup ampuh mengurangi risiko pengeroposan tulang.

Hal ini berdasarkan pada studi yang dipublikasi dalam New England Journal of Medicine. Dimana, konsumsi vitamin D dengan dosis tinggi dapat mengurangi risiko patah tulang pinggul hingga 30 persen. Mendapatkan nutrisi vitamin D yang cukup dapat dengan mengonsumsi susu rendah lemak, yoghurt, multivitamin, ataupun jus jeruk.

Kalsium

Kalsium terbukti menjadi nutrisi yang selalu dibutuhkan untuk tulang. Karena, kalsium membantu membentuk sel-sel tulang yang baru dalam tubuh. “Kemampuan tubuh orang yang menopause untuk membuat sel-sel tulang yang baru dalam tubuh berkurang. Minum susu saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium,” ujarnya.

Maka dari itu, selain susu para lansia juga dapat mengonsumsi suplemen kalsium tambahan.  Juga mengonsumsi beberapa produk makanan tambahan seperti, sereal, kedelai, hingga ikan-ikanan.

Omega-3

Hasil studi dari Journal of the American Medical Association, mengonsumsi lebih banyak ikan dapat memberi kandungan asam lemak omega-3. Dimana, asam lemak tersebut berfungsi menurunkan risiko penyakit jantung.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat,” tambah ahli ginekolog itu. Mengonsumsi suplemen minyak ikan juga dapat membantu mendapatkan asam lemak omega-3 tersebut. Dengan catatan, mengonsumsi ikan tidak ditinggalkan begitu saja.

Vitamin B12

Kemudian, dalam penelitian Woman’s Health Initiative menemukan fakta bahwa orang-orang yang dalam masa menopause tidak mengonsumsi nutrisi lengkap, dapat meningkatkan risiko terkena anemia.

Rendahnya vitamin B12 ini cenderung terjadi pada wanita seiring bertambahnya usia mereka. Bahaya yang dapat timbul dari rendahnya vitamin B12 dalam tubuh dapat menyebabkan sakit kepala, penurunan berat badan, kehilangan ingatan, demensia, dan depresi. Vitamin B12 ini banyak terkandung dalam ikan, daging merah, telur, susu, dan sereal.

Asam Folat

Asam folat memang menjadi kebutuhan nutrisi yang penting bagi wanita hamil. Namun, nyatanya nutrisi ini juga penting untuk orang-orang yang sedang dalam masa lanjut usia. “Asam folat berperan untuk melindungi bagian jantung, dengan membentuk jaringan baru,” ungkapnya.

Asam folat adalah vitamin B kompleks yang penting dalam pembentukan sel darah merah. Jika kekurangan asam folat dapat ditandai dengan gejala anemia, penurunan berat badan hingga penyakit jantung. Nutrisi ini banyak terkandung dalam sayuran hijau dan kacang-kacangan.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here