Mukisi.com-Kebiasaan menggigit kuku yang kadang mengasyikkan itu ternyata tak baik bagi kesehatan. Efeknya mulai dari penularan bakteri, rusaknya gigi, hingga terdapat kasus yang nyaris berujung kematian.

Dikutip dari elitedaily.com, Akademi Dermatologi Amerika (AAD) menyebutkan bahwa kebiasaan menggigit kuku bisa jadi dipicu karena melihat bagian kuku yang belum terpotong, atau hanya sekadar cemas dan bosan.

Lauren Ploch, MD, seorang dokter kulit di New Orleans mengatakan bahwa  kebiasaan buruk tersebut harus dihentikan.

Ploch memberi alasan bahwa kuku di jari sangat berpotensi dipenuhi dengan kuman. “Sesungguhnya ada jutaan bakteri, jamur, ragi dan virus di kuku jari tangan,” ujar Ploch dalam Safebee, laman pencegahan dan proteksi kesehatan keluarga.

Oleh karenanya Psikolog Jeremy Dean pernah menuliskannya di Psychology Today, untuk mengantisipasi kebiasaan buruk tersebut dapat dilakukan dengan menjaga kuku agar tetap pendek.

Jika kuku senantiasa pendek, maka tak ada yang bisa digigit sehingga kebiasaan tersebut bisa perlahan dihentikan. Ia juga menambahkan bahwa hal terpenting yang harus ditanamkan adalah memiliki tekad yang bulat. Jika ada niat, seseorang pasti bisa menghentikan  kebiasaan buruk tersebut mulai memikirkan kesehatan.

Sarana Masuknya Bakteri ke Mulut

Pada dasarnya, kebiasaan menggigit kuku memang berpengaruh buruk bagi kesehatan. Seperti dikutip dari Reader’s Digest, bahwa Onychophagia (terminologi medis untuk menggigit kuku) tak sekadar merusak penampilan kuku-kuku. Namun juga menjadi penyebab masuknya bakteri yang ada pada kuku ke dalam mulut.

Menurut ahli, kebiasaan ini bahkan bisa menjadi pintu masuk bakteri di tangan ke dalam mulut dan peredaran darah. Sekalipun sudah rajin mencuci tangan secara rutin, tentunya tangan kita tetap punya banyak kesibukan, menyentuh berbagai benda. Kotoran-kotoran di balik kuku juga bisa masuk ke dalam mulut.

Jika itu terjadi, maka bakteri akan masuk ke dalam mulut dan menyebabkan timbulnya sejumlah penyakit. Seperti demam, flu atau infeksi bakteri. Lebih jauh, kebiasaan menggigit kuku juga bisa merusak gigi.

Nyaris Berujung Kematian

Berkaca dari kasus yang terjadi pada tahun lalu (5/2018), salah seorang warga Inggris, sebagaimana dilansir dari The Sacramento Bee, hampir meregang nyawa akibat mengalami sepsis –peradangan seluruh tubuh yang disebabkan infeksi bakteri

Menurut dokter yang menangani, hal ini diakibatkan oleh kebiasaan buruknya dalam menggigit kuku.

Kebiasaan buruk tersebut terus dilakukannya setiap hari meski ia merasa sakit di kulit jarinya. Namun ia terus mengacuhkannya. Lama-kelamaan ia terserang flu dan jarinya kian membengkak.

Keluarga terdekat membawanya ke rumah sakit karena garis-garis merah muncul di sekujur tubuhnya. Dokter pun mendiagnosisnya terkena sepsis.

Menurut dokter yang menangani, setiap tahun, lebih dari 1,7 juta orang di Amerika Serikat didiagnosis menderita sepsis dan 270.000 orang meninggal karena tak bisa bertahan hidup.

Tak ayal, sepsis jadi penyebab utama kematian di antara orang-orang yang sudah dirawat di rumah sakit. Gejala sepsis berupa menggigil, demam, rasa nyeri, kulit pucat atau berubah warna, tidur, lesu, dan sesak napas. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here