Mukisi.com-Setelah berjuang setahun lamanya, pekan lalu, RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sah menyandang gelar RS Syariah. Kini, RSUD dr. Zainoel Abidin bertekad untuk menjaga konsistensi dalam menerapkan kaidah syar’i di RS.

Tak banyak yang perlu diubah RSUD dr. Zainoel Abidin (RSUZA ) untuk menjadi RS Syariah. Karena sebelumnya, RS ini telah banyak menerapkan nilai syar’i dalam pelayanannya. RSUZA hanya memperbaiki dan memperkuat sistem untuk menjadi RS Syariah.

“Satu tahun kami menyiapkan hal ini, tentunya sebelum ini kami telah menilai secara internal apakah kami mampu untuk melangkah hingga di titik ini. Alhamdulillah, sudah terwujud,” papar Direktur RSUZA, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICSDr.

Selama satu tahun, RSUZA terus berbenah hingga benar-benar memenuhi standar dan dinyatakan lulus sebagai RS Syariah oleh DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia).

Mulai dari menyediakan perlengkapan sholat bagi setiap pasien, menyusun buku pedoman beribadah, menyisipkan unsur Islami di setiap sudut RS seperti memasang asmaul husna, mempersiapkan chemical untuk laundry halal, dan menyiapkan fasilitas pendukung lainnya.

“Hal-hal yang seperti itu, kami anggap bukan suatu beban. Terlebih kami berdiri di Aceh, yang seharusnya lebih wajib lagi untuk menjalankan syariat Islam di segala sendi kehidupan,” pungkasnya.

Banyak pihak yang bahu-membahu mewujudkan mimpi RSUZA untuk menjadi RS Syariah. Mulai dari jajaran direksi dan manajemen hingga staff RS. Seluruhnya bersatu-padu menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS.

“Dari pihak luar juga ada MPU (Majelis Permusyawaratan Ulama) yang mendukung langkah kami, masyarakat juga turut mendukung,” papar dia.

Bertekad Istiqomah Terapkan Kaidah Syar’i

Melalui sertifikasi ini, RSUZA bertekad untuk terus memperbaiki capaian, serta dapat menjalankan trust (kepercayaan) masyarakat dengan sebaik-baiknya.

“Kalau secara sistem sudah bagus, secara implementasi juga harus bagus dan istiqomah,” imbuhnya.

Menurutnya, SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada harus digenggam erat, sehingga dalam implementasinya tidak akan kendor atau bahkan melenceng.

“Masyarakat tidak akan melihat sertifikat kami sebagai RS Syariah, tapi masyarakat melihat apa yang kami implementasikan kepada mereka,” jelasnya.

Oleh karenanya, lanjut dia, jajaran manajemen maupun staff RS sudah berjanji pada diri sendiri untuk terus konsisten menerapkan kaidah syar’i dalam pelayanan RS. Sebagai bukti, jajaran manajemen RS akan mengoptimalkan kinerja dua orang yang telah terpilih sebagai DPS (Dewan Pengawas Syariah) RSUZA untuk membantu mengawasi RS dalam menjalankan pelayanan.

“Mereka (DPS-pen) juga berhak memberi masukan kepada kita dalam rangka menjadi yang lebih baik,” imbuhnya.

RSUZA berpesan kepada RS lain yang sedang berjuang untuk menjadi RS Syariah, bahwa dibutuhkan tekad yang kuat dalam mempersiapkan diri sebagai RS Syariah.

“Anggaplah perjuangan ini sebagai perjuangan yang penuh dengan ibadah. Jadi silakan berproses dengan baik sehingga menghasilkan yang baik,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here