Mukisi.com- Jika dulu tato dianggap sebagai simbol preman, kini sudah tidak lagi. Tato kini dianggap sebagai seni. Tak hanya pria, wanita pun menggandrunginya. Meski demikian, Islam melarang menggunakan tato. Dari sisi kesehatanpun, tato juga membahayakan.

Ahli Hadis dan Tafsir, KH Ahsin Sakho mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah melarang tato. Hal ini sebagaimana yang dilansir dari laman Republika. Ia mengatakan, dalam hadits HR Bukhari, Rasulullah bersabda, “Allah melaknat orang-orang yang mentato dan yang minta untuk ditato.”

Di samping itu, keputusan bertato menyimpan efek mengerikan yang sangat mungkin timbul di kemudian hari.

Menggunakan Tinta yang Tak Semestinya

Food and Drug Administration, yaitu lembaga pengawas obat dan makanan di Amerika Serikat, menyebut bahwa pigmen atau cat yang dipakai dalam tinta tato merupakan bahan yang dipakai dalam industri, seperti tinta printer atau cat mobil.

Hal ini sebagaimana yang diungkap dalam laman Kompas, bahwa tinta tato dapat menimbulkan reaksi alergi setelah tato dibuat atau bahkan bertahun-tahun kemudian. Saat ini juga sedang diteliti apakah pigmen dan zat-zat itu bisa dipecah oleh tubuh dan dampaknya dalam jangka panjang.

Beberapa jenis tinta tato bisa bersifat toksik (beracun). Bahkan ada juga yang mengandung zat karsinogen yang bisa memicu kanker dan tidak memenuhi standar keamanan internasional dalam hal komposisi tinta. Ada juga komponen yang tidak aman dalam tinta tato, misalnya barium, merkuri, tembaga, dan lain sebagainya.

Dampak dari bahan tinta yang tidak aman tersebut dapat menimbulkan granuloma, yaitu benjolan kulit yang muncul di sekitar tato. Hal ini terjadi karena tubuh bereaksi terhadap suatu benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Tinta dari tato ini bisa dikatakan benda asing yang akan membuat kulit pemakai tato seperti melepuh.

Sejumlah bahan tidak aman dari tinta tato pun dibenarkan oleh Agen Perlindungan Lingkungan Denmark (DEPA). Pada 2012, DEPA menemukan banyak tinta tato mengandung carcinogenic compounds, zat yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan. Hal ini sebagaimana yang dilansir dari tribunnews.

Sementara sebuah studi yang dibiayai pemerintah Australia menemukan, 1 dari 5 tinta tato mengandung zat kimia carcinogenic. Bahkan sebagian besar komposisi tinta tato masuk daftar berbahaya menurut standar keselamatan kesehatan internasional.

Ada Penyesalan Setelah Memutuskan Bertato

Harris Poll 2016, sebuah korporat yang bergerak di bidang insights dan analytics asal New York mengungkapkan dalam tribunnews, 1 dari 4 orang bertato berumur 18-35 tahun menyesali tatonya.

Alasannya cukup banyak, beberapa di antaranya adalah karena bentuk, warna, dan letak. Diperkirakan, ada sekitar 60 juta orang yang memiliki tato di kelompok usia itu. Artinya, 7,5 juta orang menyesali tatonya.

Ahli fisik, Dr Greg Hall mengatakan, masalah kesehatan seharusnya menjadi kepedulian utama. Banyak pasiennya yang bertanya tentang bahaya tato. Menurutnya, itu pertanyaan bijaksana mengingat tato memang memiliki risiko kesehatan yang tinggi.

“Banyak pasien saya yang mengaku punya tato ketika muda dan kini menyesal, karena saat itu tanpa pertimbangan. Maka, saya kemudian melakukan penelitian tentang tato dan pengaruhnya pada kesehatan,” kata Hall.

Hasilnya mengejutkan, ternyata penelitian tersebut menunjukkan hasil yang sependapat dengan Food and Drug Administration, yakni terdapat bahan tidak aman pada tinta tato.

“Apa yang saya temukan sangat mengejutkan dan perlu diketahui semua orang. Saya kaget, ternyata tinta tato menyebabkan komplikasi, infeksi, etek racun, luka, terbakar, iritasi kronis, dan banyak risiko kesehatan lainnya,” tegasnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here