Mukisi.com-Kini high heels menjadi gaya hidup sehari-hari. Tak hanya dilakukan oleh para model catwalk, namun juga dilakukan muslimah yang beraktivitas di kantor, menghadiri pesta, dan berjalan-jalan di pusat perbelanjaan. Namun tahukah Anda? Selain dilarang Islam, hobi memakai high heels juga berbahaya bagi kesehatan.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin dalam laman almanhaj.or.id mengatakan bahwa memakai selop yang terlalu tinggi (high heels) haram hukumnya, karena termasuk dari tabarruj yang dilarang.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada istri-istri Nabi,

“Dan janganlah kalian berhias dan tingkah laku seperti orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzaab/33: 33)

Memakai selop yang terlalu tinggi, lanjutnya, juga akan berdampak buruk pada kesehatan kaki sebagaimana yang disebutkan oleh para ahli kedokteran. Bahkan bisa membuat pemakainya terjatuh.

“Adapun batasan selop yang diharamkan yaitu yang melebihi batas kewajaran, sehingga membuat jari kaki merunduk ke tanah karena ketinggian tumit. Sedangkan memakai alas kaki yang bersuara hukumnya makruh, sebagaimana disebutkan oleh para ulama,” tuturnya.

Rentan Sebabkan Bunions

Bunions adalah kondisi ketika terdapat benjolan abnormal tulang di pangkal jempol kaki. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons dalam detik.com, kondisi ini seringkali terjadi pada wanita dan disebabkan karena sepatu yang sempit dan berhak tinggi. Bunions menimbulkan rasa luar biasa sakit pada penderitanya dan biasanya hanya bisa diatasi melalui operasi.

Penjelasannya, memakai sepatu hak tinggi memaksa tubuh menumpukan hampir seluruh berat badan di kaki depan. Selain itu, memakai high heels berujung sempit juga akan menyebabkan jari-jari kaki berkerumun di tempat yang kecil dan sempit. Pada akhirnya ini akan menekan jempol kaki yang dapat mendorong pembentukan bunion.

Meski kerap disepelekan, bunion dapat menyebabkan perubahan bentuk kaki secara permanen jika dibiarkan terus menerus. Untuk penyembuhannya bisa dilakukan dengan tindakan bedah (operasi) maupun non bedah.

Kejang Otot dan Cedera

Dikutip dari EzineArticles, sebuah studi di Australia menyebutkan adanya bahaya yang disebabkan menggunakan high heels, penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti asal Australia ini melibatkan dua kelompok perempuan yang menggunakan high heels dan tidak dalam kurun waktu 2 tahun.

Hasilnya cukup mengejutkan, yakni pada pemakai high heels ditunjukkan adanya perbedaan otot pada bagian betis, hal ini disebabkan otot betis berkontraksi dan menyesuaikan sudut dari high heels. Akibatnya, otot menjadi lebih pendek dan tegang. Hasil ini berbeda dengan wanita yang jarang menggunakan high heels.

Konsekuensinya, jika terjadi peregangan yang berlebihan pada bagian betis maka akan terjadi pemendekan otot pada betis. Menanggapi hal ini, seorang biomechanicts mengatakan bahwa wanita yang menggunakan high heels lebih memungkinkan terserang kejang otot. Selain itu, high heels juga akan membuat seorang wanita mudah cedera karena posisi sepatu yang tak seimbang.

Mengganggu Kesuburan

Dr. Adel Naseer, Wakil Dekan Fakultas Pengobatan Alami di Cairo mengatakan, “Ada sekitar 210 peneliti di seluruh dunia yang memperingatkan kaum wanita akan bahayanya mengenakan sepatu hak tinggi,” paparnya dalam tribunnews.

Sebab pengaruh negatif sepatu hak tinggi juga mencakup daerah rongga panggul hingga bentuknya jadi tidak normal dan ukuran pantat semakin besar.  Ia menjelaskan pada kondisi terburuk, hal tersebut bisa mengurangi kesuburan wanita atau bahkan menjadikannya mandul.

“Sedangkan bila pemakai hak tinggi tersebut adalah wanita hamil, maka gangguan rongga panggul (pelvis) pada wanita hamil dapat menyebabkan sulit melahirkan,” tutup Naseer. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here