Mukisi.com– Rokok jelas memiliki dampak berbahaya baik untuk perokok maupun sekitarnya. Tapi, ada lagi yang jauh lebih berbahaya, shisha. Mari kita simak ulasannya.

Shisha atau biasa disebut Hookah merupakan alat penghisap tembakau yang berasal dari India dan penggunaannya sudah mulai populer di seluruh dunia.

Terry Paris dalam bukunya “Metro Detroit Hookah Scene” mengartikan shisha adalah sejenis alat yang digunakan untuk mengeluarkan asap dengan air sebagai penyaring. Kata ini berasal dari Bahasa Parsi yang bermakna gelas.

Nyatanya, shisha sendiri juga memiliki potensi bahaya yang sama seperti rokok. Tak hanya berbahaya bagi para penghisapnya namun juga orang-orang di sekitarnya.  Dengan begitu dapat dipastikan, menghisap shisa sama bahayanya dengan menghisap batangan rokok.

Pendapat ini dikuatkan oleh hasil penelitian Laboratoire National d’Essais (LNE) yang disampaikan oleh Agen Anti Tembakau Prancis bahwa asap yang dihasilkan oleh shisha jauh lebih banyak dari merokok biasa. Karenanya, hal ini juga dapat merugikan orang-orang disekitarnya.

Lalu, dalam studi yang dilakukan Universitas Jerman-Yordania bekerja sama dengan Badan Ilmiah Kerajaan Yordania dan terbit dalam jurnal BioMed Central (BMC) menyimpulkan,

“Mitos ilmiah yang mengatakan bahwa lewatnya asap melalui air menjadikan asap tersebut kurang berbahaya. Dari hasil laboratorium membuktikan, air tidak melakukan apa-apa selain mendinginkan asap.”

Menjauhi shisha pun juga sama pentingnya dengan menjauhi rokok. World Health Organization (WHO) sendiri sudah mengeluarkan peringatan bahwa 1 jam menghisap shisha sama berbahayanya dengan menghisap 100 batang rokok.

Mengetahui hal ini sudah selayaknya bagi tiap orang peduli akan kesehatannya sendiri mulai berhenti untuk merokok baik dengan batang maupun dengan shisha.

Sementara itu, dipaparkan oleh dr. Cindy Annathasshia dari Tim Dokter Indonesia bahwa kandungan zat berbahaya dalam shisha sama halnya dengan rokok. “Seperti rokok, shisha mengandung tembakau dan kandungan beracun lain seperti nikotin, tar, karbon monoksida, arsenik, dan timah.” paparnya.

Lanjut, ia pun memaparkan bahwa asap yang dihasilkan dari menghisap shisha jauh lebih berbahaya karena mengandung arsenik dan nikel yang lebih tinggi serta memiliki kandungan tar 36 kali dan karbon monoksida 15 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan rokok tembakau biasa.

Oleh sebab itu, maka ada baiknya mulai sekarang berhenti untuk merokok. Baik merokok biasa maupun dengan shisa. Karena, bagaimanapun rokok maupun shisa lebih banyak mudharat-nya.

Dan mudharat itu dapat disamakan dengan membunuh diri sendiri. Padahal dalam Islam, seorang muslim tidak boleh membunuh dirinya sendiri. Seperti dalam Al Quran surat An Nisa:29 yang berbunyi,

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here