Mukisi.com- Musim hujan menjadi musim saat nyamuk bertebaran dua kali lebih banyak. Gatal akibat gigitan nyamuk umum terjadi. Untuk mengobatinya dapat dengan bahan-bahan rumahan yang ada di sekitar kita.

Ketika digigit nyamuk, kebanyakan orang-orang akan memilih menggaruknya terlebih dahulu. Nyatanya menggaruk dapat menyebabkan beberapa masalah kulit.

Dikatakan oleh dr. Neal B. Schultz, ahli dermatologi dari New York, Amerika Serikat, dikutip dari health detik, menggaruk bekas gigitan nyamuk akan merusak kulit. Apalagi jika jari jemari kotor akan meningkatkan risiko infeksi.

Menggaruk dapat menyebabkan peradangan dan membuat rasa nyeri yang lebih parah. Jika sudah begitu, barulah orang-orang akan menggunakan obat seperti anti histamine maupun calamine.

Di sekitar kita, ada beberapa bahan rumahan untuk membantu mengurangi rasa gatal tersebut. Mari kita simak di bawah ini, bahan-bahan rumahan yang membantu mengurangi rasa gatal.

Es

Rasa dingin pada es dapat mengurangi gatal-gatal dan pembengkakan akibat gigitan nyamuk. Es akan membuat beberapa syaraf mati rasa hingga rasa gatal tersebut tidak dapat dirasakan.

“Sebenarnya, es mematikan syaraf yang menyebabkan gatal dan nyeri. Sehingga, Anda tak akan merasakannya lagi,” papar Schultz.

Cuka

Cuka menjadi salah satu pelengkap dalam membuat acar. Selain itu, cuka juga dapat meredakan rasa gatal akibat gigitan nyamuk. Schultz merekomendasikan dengan memasukkan 2-3 cangkir cuka dalam bak air hangat. Bisa juga dengan memberi beberapa tetes cuka pada kapas dan mengoleskannya pada bekas gigitan.

“Cuka dapat membantu menghentikan rasa gatal yang dirasakan,” kata ahli dermatologi dari New York tersebut.

Madu

Madu merupakan pemanis alami yang mengandung begitu banyak manfaat. Bahkan dalam Islam, madu sangat dianjurkan untuk dikonsumsi.

Dalam Al Quran surat An Nahl: 69, “….dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”

Selain hal tersebut, madu ternyata memiliki sifat anti inflamasi dan anti bakteri yang dapat mengurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk. Schultz juga menyarankan untuk memilih madu mentah sebagai pereda rasa gatal.

Susu dan Air

Kombinasi kedua cairan ini dapat digunakan untuk meredakan rasa gatal. Caranya dengan mencampur susu dan air ke dalam sapu tangan dan mengoleskannya di kulit. “Cara ini sangat membantu mengurangi rasa gatal, pembengkakan, dan peradangan,” kata Schultz.

Selain untuk meredakan rasa gatal, kompresan dengan cairan susu dan air ini juga dapat membantu mengurangi nyeri akibat sengatan matahari berlebihan. “Ini merupakan teknik yang hebat untuk menghilangkan nyeri akibat sengatan matahari,” imbuhnya.

Bahan-bahan rumahan di atas sangat mudah ditemukan. Selain memiliki manfaat ketika dikonsumsi, juga memiliki manfaat jika dioleskan di kulit. Baik mengurangi rasa gatal akibat gigitan nyamuk, maupun nyeri akibat sengatan matahari berlebihan.

Meski begitu, jika rasa gatal tetap tidak berkurang, ada baiknya segera periksakan kepada ahlinya. Karena, berobat adalah salah satu ikhtiar manusia untuk sembuh dan menjaga kesehatan dirinya.(ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here