Mukisi.com – Setiap larangan dalam agama Islam, pasti ditujukan untuk kebaikan manusia. Jika dilanggar, berbagai keburukan akan datang. Salah satunya larangan memakai emas bagi pria. Melanggarnya, akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Akhir-akhir ini, emas tak hanya terlihat menghiasi kaum hawa, banyak pria pun demikian, turut menghiasi tubuhnya dengan logam mulia ini. Namun, dibalik keindahan serta harganya yang mahal tersebut, justru emas dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Dilansir dari tribunnews.com, para ahli fisika mengungkapkan bahwa emas memiliki atom yang dapat mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan memiliki pengaruh terhadap sistem saraf.

Jika pemakaian emas tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama, atom emas dalam prosentase yang melebihi batas akan hinggap dalam darah dan urine, inilah yang disebut dengan “migrrasi emas”, yang selanjutnya akan menyebabkan penyakit Alzheimer.

Alzheimer adalah adalah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap, yang biasanya disertai dengan perubahan kepribadian dan kemampuan untuk mengekspresikan diri.

Hal ini terjadi akibat akumulasi dari gumpalan protein dan kekusutan serabut sel saraf di dalam otak seseorang. Sehingga kematian sel saraf di dalam otak, akibatnya fungsi normal otak akan terganggu dan menyebabkan pikun sebelum masanya.

Perempuan Kebal Terhadap Atom Emas

Penelitian menunjukkan bahwa tubuh seorang wanita memiliki suatu lemak yang sangat unik, dan lemak tersebut dapat mencegah unsur senyawa atom untuk masuk ke dalam tubuh. Atom emas dapat masuk ke dalam kulit, namun tidak bisa menembus lemak tersebut untuk masuk ke dalam darah.

Di sisi lain, apabila atom emas dapat masuk ke dalam tubuh seorang perempuan, maka hal itu tidak akan membahayakan karena akan dibuang bersama darah haid atau menstruasi.

Islam Sudah mengaturnya Sebelum Ada Teknologi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Emas dan sutera dihalalkan bagi kaum wanita dari kalangan umat kami, dan diharamkan bagi kaum laki-lakinya”. [An-Nasa’i, bab Perhiasan 5148, Ahmad 19008-19013]

Selanjutnya, dari Ibnu Abbas Rasulullah melihat seorang laki-laki memakai cincin emas. Beliau mencabut cincin emas itu lalu membuangnya seraya berkata, “Apakah salah seorang diantara kamu sudi meletakkan bara api ditangannya?” Setelah Rasulullah pergi, ada yang berkata kepada lelaki itu, “Ambillah cincinmu! Engkau dapat memanfaatkannya!” Ia berkata, “Demi Allah, aku tidak akan mengambilnya lagi, sebab Rasulullah telah membuangnya.” (HR. Muslim)

Dalam hadist tersebut diatas, membuktikan bahwa segala sesuatu yang telah diatur oleh islam adalah kebenaran yang akan mengantarkan umatnya menuju keselamatan. Padahal waktu Rasulullah menyampaikan hal tersebut, masih belum ada teknologi yang dapat membuktikan secara ilmiah. (nda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here