Mukisi.com– Kebiasaan memanjangkan kuku seringkali ditujukan untuk keindahan dan kecantikan kaum hawa. Namun ternyata, memanjangkan kuku dapat menjadi sesuatu yang berbahaya bagi kesehatan, karena dapat menjadi media penyebaran berbagai penyakit.

Berdasarkan studi terbaru yang telah dilakukan oleh Infectious Disease Society of America, dikutip dari detik.com mengungkapkan bahwa bakteri dan jamur berbahaya dapat bersemayam pada kuku yang panjangnya melebihi 3 milimeter.

Dan yang perlu diperhatikan, saat mencuci tangan seseorang seharusnya tidak hanya fokus terhadap sela-sela jari, tetapi juga tetap memperhatikan kebersihan kuku dari kuman yang bersarang di bawah kuku.

Hal ini dikarenakan, kuman serta bakteri dari benda-benda yang disentuh oleh seseorang dalam kesehariannya menempel pada kuku terutama di bagian bawahnya. Sehingga kuku menjadi tempat yang nyaman bagi bagi kuman serta bakteri, serta menyebabkan berbagai penyakit mudah datang.

Dampak Negatif Kuku Panjang

Kulit di sekitar jari dapat terlukai akibat kuku panjang yang mudah rapuh. Misalnya pada saat membuka sebuah kaleng makanan dan kuku tiba-tiba patah, atau kuku menyangkut pada resleting saat memakai celana.

Makan menggunakan tangan saat kuku Anda panjang, akan membuat bakteri dan kuman ikut masuk ke dalam tubuh melalui mulut. Kuman-kuman yang masuk bisa menggangu sistem pencernaan bahkan menyebabkan diare serta penyakit-penyakit berbahaya lainnya.

Memotong Kuku Adalah Sunnah

Hal ini dinyatakan dalam hadist Rasullulah SAW yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallahu’anha bahwasanya Rasulullah bersabda yang artinya ; “Ada 5 perkara fitrah manusia yaitu: melakukan khitan, memotong kumis, mencukup bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku” (HR. Imam Bukhari dan Muslim)

Kemudian batasan untuk memotong kuku adalah selama 40 hari, seperti yang telah disebutkan dalam Hadist Riwayat Muslim yang artinya ; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan batasan waktu kepada kami untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan, agar tidak dibiarkan lebih dari empat puluh hari.” (HR. Muslim, Abu Daud, dan an-Nasa’i)

Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa Batasan waktu memotong kuku, dengan memperhatikan panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, segera dipotong. Dan tentunya berbeda antara orang yang satu dengan yang lainnya, juga dengan melihat kondisi. Aturan tersebut berlaku dalam mencukur kumis, mencabut bulu ketiak serta mencabut bulu kemaluan. (Al-Majmu’, 1/158). (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here