Mukisi.com – Nabi Muhammad menganjurkan umatnya untuk tidur lebih awal, yaitu setelah sholat isya’ agar dapat bangun di pagi hari untuk melaksanakan sholat malam dan sholat shubuh tepat waktu. Umatnya dilarang begadang jika tidak ada urusan yang benar-benar penting serta mendesak. Apalagi begadang hanya untuk kegiatan yang sia-sia. Bukan hanya tentang spiritualitas, ternyata anjuran tersebut baik untuk kesehatan, karena bangun siang sebabkan depresi hingga kepikunan.

Dikutip dari liputan6.com, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Colorado Boulder dan Rumah Sakit Wanita Boston mengungkapkan bahwa kekurangan asupan tidur serta bangun terlalu siang dapat sebabkan depresi.

Penelitian tersebut melibatkan 32 ribu wanita dengan rata-rata usia 55 tahun. Setiap wanita tersebut diberikan tugas untuk mengidentifikasi kronotipe atau jam waktu tubuh mereka sehari-hari. Dalam hal ini kegiatan untuk melakukan identifikasi waktu paling mengantuk, bangun tidur, serta kondisi tubuh paling berenergi.

Hasil dari kronotipe tersebut hanya ada 10 persen yang bangun siang, 53 persen diantaranya berada di tengah-tengah, dan 37 persen perawat diidentifikasi sering bangun pagi.

Setelah diteliti, ternyata wanita yang sering terkena cahaya matahari atau bangun lebih siang memiliki resiko sebesar 12 sampai 27 persen mengalami depresi.

“Jam waktu tidur yang ditunjukkan pada kronotipe berpengaruh pada risiko depresi, yang sebenarnya tak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan gaya hidup,” tulis pemimpin penelitian, Dr Celine Vetter

Menurutnya, waktu dan seberapa lama kamu terkena sinar matahari mampu berdampak pada kronotipe dan resiko mengalami depresi.

Selanjutnya, Dilansir dari detik.com, California Pasific Medical Center Research Institute mengungkapkan bahwa jam biologis atau ritme sikardian dihubungan dengan resiko mengalami kepikunan lebih cepat. Jam biologis tersebut adalah pengaturan pola tidur serta siklus aktivitas sehari-hari.

Untuk melihat hubungannya dengan risiko pikun, para peneliti mengamati 1.300 perempuan sehat berusia di atas 75 tahun. Di akhir pengamatan selama 5 tahun, 15 persen mengalami demensia atau pikun dan 24 persen mengalami Mild Cognitive Impairment (MCI) atau pikun ringan.

Ketika dibandingkan dengan hasil wawancara, partisipan yang bangunnya paling siang dan kurang aktif di pagi hari punya risiko 80 persen lebih besar untuk mengalami pikun ringan. Bukan berarti dipicu oleh bangun kesiangan, namun kebiasaan itu diyakini menunjukkan adanya risiko lebih besar. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here