Mukisi.com– Hari besar Islam sudah seharusnya dirayakan dengan penuh sukacita. Bukan hanya dirayakan oleh masjid namun juga berbagai organisasi Islam. RS Syariah tak kelewatan dan ikut menyemarakkan hari besar Islam.

Dalam rangka menyemarakkan hari besar Islam, RS Syariah ikut serta menyemarakkan. Di tiap RS Syariah, bidang kerohanian di RS menyusun program Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tiap tahunnya. Program kegiatan yang dilaksanakan bermacam-macam.

“Di RS Islam Sultan Agung Semarang, agenda besar kami adalah saat Ramadhan, Idul Adha, tahun baru Islam, dan Maulid serta Isra’ Miraj,” kata Samsudin Salim, S.Ag., M.Ag, selaku Manajer Bidang Pelayanan Islam (BPI) RSI SA Semarang.

Ikut menyemarakkan hari besar Islam ini bagi RS Syariah memiliki arti penting. Mereka ingin mentransformasi nilai-nilai Islam bisa membumi ke masyarakat luas. Oleh karenanya, ini sudah bukan untuk kepentingan pribadi namun lebih kepada kepentingan bersama.

Desa Binaan Antusias Ikut Semarakkan Hari Besar Islam

Acara-acara tersebut langsung ditangani oleh Bidang Kerohanian Islam masing-masing RS. Saat Ramadhan, ada 15 jenis acara yang diadakan oleh RSI SA Semarang. Kemudian, pada saat peringatan tahun baru Islam-pun berbagai acara juga diadakan. Acara tersebut di antaranya Festival Anak Shalih di Desa Karangroto. “Kami memilih mengadakan kegiatan-kegiatan peringatan hari besar Islam disitu karena Desa Karangroto adalah desa binaan RSI SA,” ungkapnya.

Kegiatan-kegiatan yang diadakan disana meliputi lomba tartil, adzan, pilihan da’i cilik, busana muslim/muslimah(fashion) dan ditutup dengan pengajian akbar. Dengan adanya desa binaan tersebut mereka berharap tujuan RS Syariah dalam mentransformasi nilai Islam dan membumikannya pada masyarakat luas tercapai.

Pada saat kajian akbar saat hari besar Islam tersebut nyatanya mengundang respon positif dari masyarakat setempat. Kajian tersebut sukses mengundang banyak orang dengan mengangkat tema ‘Pendidikan Anak dalam Keluarga’. “Waktu itu yang datang sekitar 250 orang dari masyarakat setempat,” kata Samsudin.

Tiap Tahun Selalu Hadirkan yang Berbeda

Sementara itu di tahun 2017, PHBI memiliki program yang unik dan pertama kali di Indonesia. Program tersebut adalah ‘Pesantren Ramadhan di RS Syariah’. “Masjid dan pondok pesantren sudah langganan dengan kegiatan seperti itu, RSI SA membuat inovasi baru, yaitu Pesantren Ramadhan di RS syariah,” jelas pria yang juga menjabat sebagai anggota divisi sertifikasi Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi).

Seluruh kegiatan pesantren tersebut diadakan di dalam rumah sakit. Pihak RS mengajak siswa SMA/SMK/MA setempat untuk mengikuti pesantren ini dengan membawa tema seputar  keagamaan, kesehatan, dan RS Syariah.

Berlanjut pada tahun 2018, gerak RS syariah dalam mentransformasi nilai Islam dan membumikannya pada masyarakat luas semakin progresif. Pada tahun ini mereka menyelenggarakan kegiatan Mata Baca (Majelis Taklim Abang Becak) dan Kampung Harapan. Sebuah program pembinaan dan pemberian modal usaha kepada masyarakat terdampak banjir rob di daerah Demak, Jawa Tengah.

“Kami sadar bahwa mereka adalah aktivis dakwah yang gigih memakmurkan masjid sekitarnya,” tutup Manajer Bidang Pelayanan Islam RSI SA tersebut. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here