Mukisi.com – Meski sudah menyandang nama RS Al Islam, prosedur dalam proses sertifikasi rumah sakit (RS) harus tetap dijalankan. Selasa lalu (11/12) RS Al Islam Bandung menjalani survey sertifikasi RS  Syariah. Hasilnya, RS Al Islam Bandung perlu merapikan beberapa elemen dan menyusun DPS (Dewan Pengawas Syariah) RS.  Meski demikian, tim asesor memberikan predikat ‘sangat baik’.

Survey sertifikasi ini dilakukan oleh DSN-MUI  (Dewan Syari’ah Nasional – Majelis Ulama Indonesia) bersama Mukisi (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia). Dua orang yang bertugas dari pihak DSN-MUI adalah Ustadz H. Rikza Maulan, Lc, M.Ag. dan Ustadz Abdul Mughni, Lc, MA. Sedangkan yang bertugas dari pihak Mukisi adalah dr. Yahmin Setiawan, MARS.

Berdasarkan keterangan dari Dokter Yahmin, acara tersebut berjalan mulus. “Alhamdulillah, diawali dengan pembukaan yang baik, acara ini berjalan lancar,” tegasnya.

Manfaat Standar Pelayanan dan Manajemen Syariah Dirasakan Pasien

Standar pelayanan dan manajemen yang harus ada di RS Syariah sudah dipenuhi oleh RS Al Islam Bandung. Hal ini terbukti dari hasil telusur dokumen dan lapangan.

Tim asesor melakukan audit pada dokumen regulasi RS Al Islam Bandung. Hasilnya, memang sesuai dengan standar sertifikasi RS syariah.

“Artinya, secara keseluruhan persyaratan dalam standar sertifikasi RS syariah sudah dipenuhi dan dilaksanakan dengan baik oleh RS Al-Islam Bandung,” tambahnya.

Begitu juga dengan telusur lapangan, tim menyusuri seluruh ruang yang ada di RS Al Islam Bandung. “Semuanya, mulai dari Instalasai Gawat Darurat (IGD),  ruang rawat inap,  poliklinik,  apotek,  ruang jenazah,  musholla dan masjid,  dapur gizi,  pendaftaran,  perpustakaan dan pojok baca,” ungkapnya.

Dari sesi wawancara kepada staf dan pasien pun ditemui hasil yang positif. “Alhamdulillah,  secara keseluruhan,  implementasi standar pelayanan dan manajemen sertifikasi RS syariah sudah dilaksanakan dengan baik oleh staf RS dan dirasakan manfaatnya oleh pasien,” lanjutnya.

Sebelumnya, RS Al-Islam Bandung telah melalui fase pendampingan dan pra-survey untuk sertifikasi RS syariah. Sehingga, secara keseluruhan staf dan manajemen RS sudah memahami standar dan nilai-nilai yang telah ditetapkan tim sertifikasi RS syariah

Alhamdulillah,  sudah baik,  tinggal upaya untuk konsisten dalam implementasi nya di masa yang akan datang,  serta syiar kepada masyarakat agar semakin meluas,” kata Dokter Yahmin.

Menyandang Predikat Sangat Baik dari Tim

RS Al-Islam Bandung mendapatkan nilai di atas rata-rata dari standar yang telah ditentukan. Oleh karenanya, tim asesor memberikan predikat ‘sangat baik’, RS ini pun memiliki kemungkinan yang besar untuk lulus.

“Tinggal mengajukan daftar nama DPS  RS ke DSN-MUI, minimal dua orang agar kelulusannya bisa segera ditetapkan oleh DSN-MUI,” jelas Dokter Yahmin.

Dengan menjadinya RS Al Islam Bandung sebagai RS Syariah, Dokter Yahmin berharap dapat mendukung visi Mukisi untuk membangkitkan kesehatan Islam di Nusantara. “InsyaAllah menjadi bagian dari visi Mukisi untuk membangkitkan rumah sakit syari’ah di Nusantara dan mensertifikasi 50 rumah sakit di tahun 2018,” tutupnya. (nda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here