Mukisi.com– Hasil survey terakhir sertifikasi RS Syariah untuk RSUD Meuraxa telah usai. Hasilnya, nyaris sempurna. Ini berarti rumah sakit pemerintah di Banda Aceh itu lolos menjadi RS Syariah. Walikota sangat mengapresiasi pencapaian itu.

Senin lalu (10/12) RSUD Meuraxa Banda Aceh menjalani survey sertifikasi Rumah Sakit (RS) Syariah. Hasilnya mengejutkan, hampir sempurna didapat. Pencapaian ini berhasil membuat Wali Kota Banda Aceh beserta wakilnya beri dukungan penuh.

Berdasarkan surat tugas, Dr. Ir. H.M. Nadratuzzaman Hosen dan Dr. M. Dawud Arif Khan, SE, Ak., M.Si, CPA. hadir sebagai tim asesor dari DSN MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia). Sedangkan dari pihak Mukisi (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia), dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS ditunjuk untuk turut serta dalam survey sertifikasi di RSUD Meuraxa Banda Aceh.

Menurut Burhan, untuk lulus sertifikasi syariah, dibutuhkan nilai pencapaian minimal 80%. Namun RSUD Meuraxa Banda Aceh berhasil mencapai angka hampir 100% dalam survey sertifikasi ini.

“Luar biasa, hasilnya hampir 100 persen. Artinya, dari 173 elemen, hampir seluruhnya telah dipenuhi oleh RS ini,” tuturnya.

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, pun memberikan tanggapan positif atas hasil tersebut. Sebab, dengan adanya RSUD Meuraxa Banda Aceh sebagai RS Syariah, maka akan mendukung rencana Aminullah untuk menerapkan kaidah syar’i di segala sendi kehidupan masyarakat Banda Aceh.

“Lengkaplah sudah jika rumah sakit di Banda Aceh ada yang tersertifikasi syariah, ini melengkapi sendi-sendi kehidupan syar’i di Banda Aceh selain bidang ekonomi dan sebagainya. Kami jajaran pemerintah juga berkomitmen untuk mendukung penuh hal ini,” ujar Aminullah.

“Menjadi RS Syariah yang saya harapkan harus mampu menerapkan kaidah syariah dengan baik, baik dari segi keuangan, pelayanan yang syar’i, bahkan obat-obatan yang halal,” lanjut sang walikota.

Direktur RS Sampaikan Perjuangannya dalam Sambutan

Hasil memuaskan dari RSUD Meuraxa Banda Aceh tentulah merupakan cerminan dari kerja keras seluruh sivitas RS. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Direktur RSUD Meuraxa Banda Aceh, dr. Fuziati, SpRad dalam sambutannya.

“Direktur RS, beliau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para staf Rumah Sakit, karena, berkat perjuangan mereka, RSUD Meuraxa Banda Aceh berhasil mencapai pada tahapan ini dengan lancar,” kata pria yang menjadi sekretaris Mukisi ini.

Direktur RS, lanjutnya, juga bersyukur karena dengan disertifikasinya RSUD Meuraxa Banda Aceh maka akan menjadi nilai tambah bagi RS.

“Sebagaimana yang kita tahu, kaidah syar’i sangat ditekankan untuk menjadi dasar kehidupan masyarakat Aceh, dan beliau bersyukur jika Rumah Sakitnya berhasil menerapkan kaidah syar’i dengan baik,” tambahnya.

Telusur Dokumen dan Lapangan

Tim asesor pun menyusur ruang-ruang yang ada di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Mereka juga melakukan wawancara kepada para staf. Ruang-ruang yang ditelusur yakni ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), ruang rawat inap laki-laki, ruang rawat inap perempuan, kamar bersalin, kamar operasi, ambulance, unit laundry dan gizi, dan sebagainya.

“Kami tiba di sana pada malam hari dan langsung telusur lapangan,” jelasnya.

Keesokan harinya, dilanjut dengan rangkaian seremonial dan telusur dokumen. Di antara yang memberi sambutan pada acara seremonial adalah Wali Kota Banda Aceh, Tim Asesor, dan Direktur RSUD Meuraxa Banda Aceh.

“Selanjutnya kami menelusuri dokumen, yaitu regulasi, prosedur, dan bukti implementasi,” imbuhnya.

Tim Asesor Apresiasi Hal Berikut

Ada beberapa hal yang sangat diapresiasi tim asesor, satu di antaranya adalah unit laundry dan gizi RSUD Meuraxa Banda Aceh yang telah berhasil mendapat sertifikasi dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika-Majelis Ulama Indonesia).

Kemudian, tim asesor juga mengapresiasi semangat para staf RSUD Meuraxa Banda Aceh dalam memperjuangkan implementasi standar RS Syariah.

“Mereka sangat bersemangat, rumah sakit nya pun bersih dan teratur,” jelas Burhan.

Selain itu, tim juga mengapresiasi antusias staf RS dalam bertanya. Salah satu hal yang ditanyakan staf RSUD Meuraxa Banda Aceh adalah terkait hukum denda pembayaran BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) bagi RS.

“Jika untuk perorangan sudah jelas sifat denda adalah sebagai kebajikan, namun bagi RS tentu berbeda, dan mereka mempertanyakan itu,” jelasnya.

RSUD Meuraxa Banda Aceh, lanjutnya, juga patut diteladani dari segi kesiapan dan koordinasi sivitas RS. “Alhamdulillah seluruh staf RS sudah terbriefing dan sudah tersosialisasi dengan baik,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here