Mukisi.com– Di tengah banyaknya makanan pilihan yang beragam, bagi sebagian orang, ibadah puasa  Sunnah menjadi sesuatu yang sulit dilakukan. Padahal, selain mendapatkan pahala, puasa juga memberikan dampak yang luar biasa bagi kesehatan tubuh khususnya bagi kesehatan jantung.

Dr. Eka Ginanjar, SpPD, konsultan kardiovaskular RS Cipto Mangunkusumo mengatakan kepada mukisi.com bahwa puasa sangat bagus bagi kesehatan jantung.

“Puasa sangat bagus untuk kardiovaskular. Tetapi, berpuasalah yang benar, karena berpuasa dapat menurunkan kolesterol dan lemak,” paparnya.

Kolesterol merupakan senyawa lemak (lipid) yang menyerupai lilin. Sebagian besar kolesterol diproduksi hati, sebagian lainnya didapatkan dari makanan. Meskipun kolesterol merupakan zat yang dibutuhkan tubuh, kolesterol yang berlebih akan tertimbun dalam pembuluh darah arteri sebagai plak, sehingga mempersempit aliran darah. Akibatnya, pasokan darah akan berkurang pada bagian tubuh tertentu yang menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti jantung dan stroke.

Selanjutnya Dokter Eka mengatakan bahwa saat berpuasa seseorang dianjurkan untuk memakan makanan dengan gizi seimbang serta melakukan aktivitas seperti biasa. Saat sahur dan berbuka tidak boleh makan berlebihan.

“Jika di waktu sahur seseorang makan sebanyak-banyaknya, dampak berpuasa malah sebaliknya (tidak menyehatkan). Siang malah banyak tidur dan saat buka puasa makan sebanyak-banyaknya untuk balas dendam,” lanjutnya.

Hal tersebut harus dihindari karena makan berlebihan dan kurang bergerak akan memicu penumpukan plak di pembuluh darah. Penyumbatan pembuluh darah dapat terjadi jika penumpukan plak tersebut terus berlanjut.

Berpuasa Sehat Tuntunan Rasulullah

Rasulullah telah memberikan teladan tentang bagaimana menjalankan ibadah puasa yang sehat. Cara-cara yang diterapkan oleh Rasulullah tersebut memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan umatnya.

Dalam berpuasa, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk tidak meninggalkan makan sahur. Kemudian, setelah sahur beliau melanjutkan sholat shubuh dan berdzikir.  Hal ini dilakukan agar makanan dalam lambung dapat dicairkan dan untuk menghindari tidur setelah sahur.

Pramono, seorang ahli gizi, dikutip dari tribunnews.com mengatakan “Normalnya isi lambung akan kosong kembali dalam dua jam setelah makan/sahur, jika seseorang berbaring setelah makan/sahur pengosongan lambung akan terhambat.” Katanya

Ia juga menjelaskan bahwa, menurut Penelitian para ahli, orang yang tidur setelah makan/sahur lebih beresiko tinggi terkena stroke. Dalam hal ini dikarenakan tidur setelah makan dapat menaikan kadar kolesterol dalam darah.

Kemudian, bersegaralah dalam berbuka puasa. Alasan medis dibalik hal ini menurut dr. Johanes Casay Candrawinata, MND, SpGK, adalah berkurangnya kadar gula darah pada orang yang berpuasa. Hal tersebut mengakibatkan kelainan fungsi berbagai macam organ tubuh. Untuk itu seseorang dianjurkan segera berbuka agar gula darahnya kembali normal, serta erhindar dari dehidrasi dan penyakit lambung. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here