Mukisi.com– Berkuda merupakan olahraga yang dianjurkan oleh Rasulullah. Selain menyenangkan, dan mendatangkan pahala, olahraga berkuda juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, salah satunya membantu penyembuhan stroke dan beberapa manfaat kesehatan lainnya. Berikut ulasannya.

Bermanfaat untuk Sistem Kardiovaskular

CEO Indonesia Sports Medicine Centre (ISMC) dan Sport Medicine Specialist, dr. Andi Kurniawan, SpKO, dikutip bisnis.com mengatakan bahwa olahraga berkuda memiliki manfaat yang sama dengan olahraga yang termasuk intensitas sedang lainnya seperti joging, bersepeda atau jalan cepat.

“Jika melakukan olahraga berkuda, sebenarnya secara aerobik atau untuk sistem kardiovaskular itu sangat bagus sekali. Dengan intensitas sedang dapat meningkatkan denyut jantung dan pernafasan, sehingga meningkatkan kebugaran,” jelasnya

Menguatkan Otot Sendi dan Tulang

Selain bermanfaat bagi kesehatan kardiovaskular, berkuda juga bermanfaat untuk penguatan tulang dan sendi. Keaktifan tubuh mengikuti pola gerak kuda akan membuat otot-otot sendi dan tulang turut merespon secara otomatis. Hal ini yang menyebabkan otot-otot sendi dan tulang menjadi kuat.

Dr. Michael Triangto, SpKO. Sebagai spesialis kedokteran olahraga seperti dikutip detik.com mengungkapkan “Saat menunggang kuda tentunya tubuh harus tegak dan hal ini secara tidak disadari akan melatih otot-otot tubuh atau core muscles agar tetap kuat. Dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari postur tubuh akan selalu tegak dan dapat menghindari tubuh dari nyeri pinggang,” ungkapnya

Membantu Pemulihan Tubuh Pascastroke

Cbsnews.com seorang spesialis rehabilitasi medis dan professor di Universitas Newcastle Australia, Dr. Michael Nilsson mengatakan, “Para peneliti melihat pada fase akhir pemulihan, karena mereka belajar lebih banyak tentang plastisitas otak, yaitu kemampuan otak untuk beradaptasi dan pulih dari cedera. Dalam hal ini ide di balik berkuda adalah karena pergerakan kuda memberikan pengalaman sensorimotor yang mirip dengan cara berjalan manusia normal,” katanya

Dalam hasil penelitian tersebut, Nilsson menyebutkan bahwa pasien yang menjalankan terapi berkuda selama enam bulan menunjukan keseimbangan dan mobilitas yang lebih baik, dibandingkan dengan pasien yang tidak melakukan terapi berkuda.

Setelah 6 bulan itu juga, 56% di kelompok penunggang kuda percaya bahwa pemulihan stroke mereka telah berkembang. Berbeda dengan perawatan standar yang kemajuannya hanya berkisar 22%.

Rehabilitasi stroke dimulai segera setelah pasien dinyatakan stabil. Keparahan pasien sangat tergantung pada kerusakan tubuh yang disebabkan stroke. Dia melanjutkan, pada beberapa kasus, pasien diharuskan untuk terapi fisik untuk mencoba mendapatkan kembali motorik tubuhnya. Namun, di lain kasus, pasien membutuhkan terapi bicara dan bahasa. (nda)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here