Mukisi.com– Islam mengajarkan umatnya untuk meninggalkan sesuatu yang lebih banyak mudharatnya. Dewasa ini muncul pembahasan tentang hukum meminum soda. Meski MUI (Majelis Ulama Indonesia) menghalalkan, namun beberapa ustadz menyarankan untuk menjauhinya.

Soda juga dikenal sebagai air berkarbonasi, atau air yang “disuntikkan” dengan gas karbon dioksida. Menurut Manager Pelayanan Gizi RS PHC Surabaya, Ludy Andang, SKM, minuman bersoda memiliki kandungan gula yang tinggi. Oleh karena ia menyarankan para penderita diabetes untuk menghindari minuman ini. Tak hanya penderita diabetes, namun ia juga menegaskan orang lain yang tidak menderita diabetes.

“Rata-rata minuman yang berkarbonasi memang manis sekali, dan ini berimbas pada kesehatan, salah satunya diabetes,” kata pria yang juga menjadi Direktur PT Prima Citra Nutrindo, jasa boga yang bergerak pada bidang catering diet sehat.

Minuman bersoda yang sangat manis, lanjutnya, kerap tak disadari masyarakat akan bahayanya. “Masyarakat Indonesia menggemari makanan dan minuman manis yang sebenarnya tidak dianjurkan. Teh misalnya, di Jepang sebagai Negara asal minuman teh, rasanya cenderung tidak manis dan tidak mengandung gula. Begitu masuk Indonesia, teh menjadi manis,” jelas nutrisionis ini.

Ia pun memberi batasan tentang intensitas minum minuman bersoda. “Jangan terlalu sering hingga menjadi hobi, cukup sesekali saja jika memang betul-betul ingin. Sebab ini juga berkaitan dengan unsur usia. Untuk orang yang sudah usia lanjut sebaiknya menghindari. Untuk remaja juga jangan terlalu sering. Kalau untuk balita, sebaiknya betul-betul dihindarkan,” imbuhnya.

Berpotensi Diabetes

Hal inipun didukung oleh sebuah studi yang dipublikasikan di Journal of the Endocrine Society, sebagaimana yang dilansir dari laman Detik. Penelitian tersebut mengemukakan bahwa minum dua kaleng soda setiap pekan bisa meningkatkan berbagai risiko, salah satunya diabetes tipe dua. Terbukti amat berkaitan karena minuman manis ini menyebabkan obesitas dan jika dikonsumsi selama 10 minggu menunjukkan penurunan sensitivitas insulin sebesar 17 persen.

Selain itu, jika minum setidaknya satu minuman soda setiap hari dikaitkan pula dengan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi. Sebuah kaleng coca-cola 12 ons disebut peneliti mengandung 39 gram gula pasir dan 140 kalori.

“Konsumsi minuman manis gula terus meningkat di antara semua kelompok usia di seluruh dunia. Analisis kami menunjukkan bahwa sebagian besar studi epidemiologi menunjukkan dengan kuat bahwa asupan minuman ini sering menyebabkan timbulnya sindrom metabolik, diabetes dan hipertensi,” kata Profesor Faadiel Essop, salah satu peneliti dari Stellenbosch University di Afrika Selatan, dikutip dari Hindustan Time.

“Kelebihan konsumsi gula telah muncul sebagai salah satu perubahan pola makanan global yang paling menonjol dalam beberapa dekade terakhir dan dianggap sebagai pendorong utama terjadinya penyakit kardiometabolik,” tutup Profesor Essop.

Berimbas pada Kesehatan Gigi hingga Gagal Ginjal

Efek air berkarbonasi tersebut berimbas pada kesehatan gigi. Air berkarbonasi sering dikaitkan dengan kerusakan gigi. Hal ini karena pH-nya yang asam membuat lapisan email pada gigi bisa terkikis.Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh dr. Yusra Firdaus dalam HelloSehat.

“Air berkarbonasi yang ditambahkan gula, seperti pada minuman bersoda, memang dapat menyebabkan kerusakan gigi, menurut beberapa penelitian. Namun, air berkarbonasi tanpa tambahan gula justru tidak terbukti dapat merusak gigi,” katanya.

Minum minuman bersoda, lanjutnya, memiliki sifat asam yang dapat menyebabkan enamel gigi menjadi terkikis dan menimbulkan plak gigi. Ditambah lagi, soda mempunyai kadar pH yang rendah lalu mengakibatkan penurunan produksi air liur, yang sebenarnya berfungsi untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam mulut. Hal ini berpeluang tinggi menyebabkan karies gigi.

Lebih dari itu menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat sebagaimana yang dilansir dari laman CNN Indonesia, dengan mengambil sampel setidaknya 3.256 orang yang rutin mengonsumsi minuman berkarbonasi minimal 2 kali per hari, sebanyak 30 persen responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya, serta 87 persen  mengalami peningkatan risiko terjadinya kanker pankreas.

Minuman berkarbonasi memiliki asam fosfat yang cukup tinggi, asam fosfat ini nantinya akan mengganggu tubuh dalam upaya menyerap kalsium dan menyebabkan pengeroposan tulang, batu ginjal, dan gagal ginjal. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here