Mukisi.com-Salah satu adab yang disunnahkan oleh Islam adalah mendo’akan saudaranya sesama muslim yang sedang tertimpa musibah (sakit). Lalu saat teman, kerabat, atau saudara seseorang yang non-muslim sakit, apakah sebagai seorang muslim diperbolehkan untuk mendo’akannya?

Menurut Ustadz Ammi Nur Baits seperti dikutip dalam konsultasisyari’ah.com, dalam keadaan yang sakit adalah seorang non-muslim, Islam tidak pernah melarang untuk berbuat baik kepadanya termasuk untuk mendo’akannya. Yang dilarang adalah bersikap baik kepada orang kafir yang memusuhi kaum muslimin karena alasan agama.

“Hal ini dikarenakan orang tersebut menunjukan loyalitasnya kepada orang-orang kafir untuk memusuhi umat Islam,” katanya.

Dijelaskan dalam Surat Al-Mumtahanah Ayat 8-9, Allah berfirman yang artinya,

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

Hukum Mendo’akan Non-muslim yang Sakit

Menurut Ustadz Dr. Sufyan Baswedan, Lc., MA. Dalam websitenya bimbinganislam.com, hukum mendo’akan non-muslim terbagi menjadi tiga.

Pertama, mendoakan agar mendapat hidayah dan masuk Islam. Doa ini hukumnya boleh berdasarkan kesepakatan ulama, dan berdasarkan hadits Nabi yang maknanya, “Ya Allah, muliakanlah Islam dengan salah satu dari dua orang yang paling Engkau cintai: Abu Jahal atau Umar bin Khatthab” (HR. Tirmidzi, disahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Kedua, mendoakan kebaikan baginya di akhirat, meliputi: ampunan, keselamatan, masuk Surga, dll. Doa seperti ini hukumnya dilarang berdasarkan Al Quran.

Ketiga, mendoakan kesembuhan bagi orang kafir, atau agar dia dihindarkan dari cobaan, senantiasa diberi kesehatan, dan semisalnya. Doa seperti ini dibolehkan jika mengandung kemaslahatan, seperti doa yang dipanjatkan bagi orang kafir yang diharapkan masuk Islam. Atau mendoakan dia dalam rangka membujuk hatinya agar tertarik kepada Islam.

Mendoakan Muslim yang Sakit

Ustadz Badrul Tamam, S.Pdi seperti yang dilansir oleh voa-islam.com, mengatakan bahwa mendo’akan seorang muslim yang sakit saat menjenguknya juga adalah tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, ia mengabarkan bahwa saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya, “Beliau meletakkan tangannya pada jidadnya kemudian meletakkan tangannya pada wajah dan perutku kemudian berdoa: Allahumma Isyfi Sa’dan dan sempurnakan hijrahnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

“Bahkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menganjurkan hal itu dengan mengajarkan satu doa yang diharapkan dengan membacanya akan dikabulkan oleh Allah dan ia diberi kesembuhan,” ujar Ustadz Badrul

Selanjutnya Ustadz Badrul juga menjelaskan bhawa menjenguk orang yang sakit adalah hal yang sangat dianjurkan oleh Islam. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang menjenguk orang sakit yang belum sampai ajalnya, lalu dia mendoakannya sebanyak tujuh kali, ‘Saya memohon kepada Allah Yang Mahaagung, Rabb ‘Arsy yang Agung, agar Dia menyembuhkannya.’ Pasti Allah akan menyembuhkannya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud). (nda)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here