Mukisi.com –Pola makan tidak sehat ternyata menjadi pemicu kematian dini. ‘Junk food’ misalnya, makanan yang banyak mengandung kadar gula dan lemak ini banyak digemari oleh kaum muda. Pola makan berlebih juga menjadi gaya hidup yang telah menjangkit. Selain itu, makanan yang tidak jelas kehalalannya  juga dapat mendatangkan bahaya.

Menurut studi yang dimuat dalam jurnal medis bergengsi The Lancet, kadar gula darah tinggi serta kolestrol merupakan 2 dari 10 faktor risiko kematian di seluruh dunia. Yang  mana kandungan berbahaya tersebut banyak ditemui di makanan cepat saji yang digandrungi kaum muda.

Seperti yang dikutip dari msn.com, bahwa terdapat penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 sebagaimana dipublikasikan oleh JAMA Network. Tujuannya, untuk menggali tentang tren kematian kematian penduduk di Amerika Serikat.

Para peneliti yang berasal dari Tufts University di Boston, The University of Cambridge dan Montifiore Medical Center tersebut meneliti sebanyak 70 ribu orang. Hasilnya, kematian tersebut banyak disebabkan oleh penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 yang dipicu oleh pola makan tidak sehat.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan contoh pola makan yang halal dan juga baik (halalal toyyibah). Dua unsur ini harus dipenuhi. Ada makanan yang hanya halal, namun tidak baik untuk kondisi-kondisi tertentu.

Dimulai dari kebiasaan makan, Rasulullah menganjurkan untuk memulai dan mengakhirinya dengan do’a. Selain itu, seorang muslim juga dilarang makan secara berlebih untuk menjaga kesehatannya. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah “Kurangi makan Anda akan lebih sehat.”

Nabi Muhammad juga menyarankan untuk makan bersama, baik bersama keluarga maupun pasangan suami istri, untuk mendapatkan berkah.

Dalam hal kebiasaan minum, Rasululullah menganjurkan untuk minum sambil duduk, sesuai dengan sabda beliau “Jangan minum air dalam satu tegukan (satu napas) seperti unta. Tetapi diangsur dua atau tiga kali sambil mengambil napas. Ucapkan Basmallah ketika memulai minum, dan Hamdallah ketika selesai,” (HR. Tirmidzi).

RS Syariah Bimbing Pola Makan Sehat dan Berkah

RS yang sudah tersertifikasi syariah dapat dipastikan telah memenuhi standar sertifikasi syariah. Ada delapan standar pelayanan di RS Syari’ah, salah satunya adalah membaca basmalah sebelum dan sesudah melakukan sesuatu, tak terkecuali sebelum memberikan suntikan, obat atau makanan.

Hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh dr. Masyhudi AM, M.Kes., Ketua Umum Majelis Upaya Kesehatan Islam seluruh Indonesia (Mukisi). “Semua jenis bahan dan makanan dipastikan bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia,” jelasnya.

Hal inipun dibenarkan oleh Miftachul Izah, SE., M.Kes, Wakil Sekretaris Mukisi. “Untuk memasok daging ayam misalnya, rumah sakit syariah tak bisa sembarangan memilih pemasok. Tidak pula dengan mudah membeli daging ayam di pasar. Mereka yang menjadi pemasok bahan makanan rumah sakit syariah harus mengikuti ketentuan yang dibenarkan Islam. Dari cara perawatan ayam, proses penyembelihan, hingga proses pengiriman ayam” jelasnya. (Nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here