Mukisi.com–Tidur merupakan sebuah kebutuhan yang sangat diperlukan oleh tubuh. Meski demikian, jika terlalu berlebihan, akan menimbulkan gangguan kesehatan. Islam ternyata sudah mengatur bagaimana sebaiknya kita tidur.

Jika belajar dari Rasulullah, maka tidur malam yang baik adalah setelah Isya’ dan bangun sepagi mungkin. Sedangkan tidur siang yang baik adalah setelah Dhuhur dan bangun menjelang Ashar.

Selain waktu-waktu yang dianjurkan untuk tidur, ada juga waktu-waktu yang dilarang untuk tidur dalam Islam seperti tidur pagi, tidur setelah makan dan terlalu banyak tidur ternyata berdampak buruk pada kesehatan.

Menurut dr. Kevin Adrian seperti yang dikutip dari alodokter.com tidur di pagi hari akan berdampak buruk pada kesehatan, hal ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine dengan judul Sleep duration and risk of type 2 diabetes: a meta-analysis of prospective studies dan Short and long sleep are positively associated with obesity, diabetes, hypertension, and cardiovascular disease among adults in the United States.

Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa kelebihan tidur (kesiangan) atau kekurangan tidur (begadang) dapat meningkatkan risiko diabetes, memicu sakit kepala, menimbulkan obesitas, dan memperparah depresi.

Selanjutnya, menurut dr. Allert Noya tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko kesehatan seperti kenaikan berat badan, penyakit asam lambung, nyeri dada hingga serangan stroke.

Pada saat makan atau setelah makan dapat memicu penyakit asam lambung karena otot yang membatasi lambung dengan tenggorokan tidak berfungsi dengan baik. Otot tersebut akan terbuka ketika menelan kemudian tertutup kembali. Namun ketika tidur setelah makan dapat menjadikan otot tersebut cenderung tidak berfungsi dengan baik dan mengakibatkan penyakit asam lambung.

Tidur setelah makan juga meningkatkan risiko penyakit stroke. Dari data yang diperoleh, ditemukan bahwa orang yang memberi jeda waktu tidur setelah makan lebih dari 1 jam, memiliki risiko terkena stroke yang lebih rendah hingga lebih dari 60%, sehingga ada baiknya bila mencoba memberi jeda waktu tidur setelah makan.

Kemudian, dikutip dari kompas.com riset dilakukan oleh peneliti dari Seoul National Univerity, Korea Selatan, dengan menganalisis data dari 133.608 orang dewasa berusia 40-69 tahun.

Tidur lebih dari 10 jam setiap malam dapat meningkatkan risiko kematian dini. Risiko yang sama juga terjadi ketika kita hanya tidur kurang dari enam jam setiap malam. Wanita yang tidur lebih dari 10 jam  setiap malam 40 persen lebih mungkin mengalami tiga masalah kesehatan yang terkait dengan kematian dini.

Masalah kesehatan tersebut, di antaranya melebarnya ukuran pinggang, tekanan darah tinggi, dan peningkatan kadar lemak atau gula darah. Semua hal tersebut berkontribusi besar dalam risiko kematian dini karena penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, dan kanker. (nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here