Mukisi.com- Profesi perawat ternyata sudah ada di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejarah telah mencatat nama seorang muslimah perawat pertama pada zaman Rasulullah.

Dialah Rufaidah binti Sa’ad Al Islamiyah. Seorang muslimah dari golongan Bani Aslam, bermarga dari suku Khazraj di Madinah. Ia lahir dan bertumbuh di Yatsrib (Madinah). Selain itu, ia juga adalah kelompok muslim pertama dari Bani Aslam. Dia juga orang pertama yang melakukan pengobatan dan perawatan kepada para sahabat yang terluka di medan perang.

Menurut Prof. Omar Hasan Kasule dalam konferensi “Paper Presented at the 3rd International Nursing Conference: Empowerment and Health, An Agenda for Nurses in the 21st Century” yang diselenggarakan di Brunei Darussalam menyatakan bahwa Rufaidah adalah perawat professional pertama di masa sejarah Islam, jauh sebelum masa Florence Nightingale yang dikenal sebagai pelopor keperawatan modern.

Selain dirinya, sejarah juga mencatat beberapa nama yang bekerja membantu Rufaidah dalam melakukan pengobatan seperti Ummu Amara, Aminah binti Qays, Ummu Ayman, Safiyah, Ummu Sulaiman, dan Hindun.

Sependapat dengan kata Omar di atas, dalam buku Rufaidah Awwalu Mumarridah fi Al Islam karya Ahmad Syauqi Al Fanjari, dia juga tertulis sebagai perawat pertama dalam Islam. Perempuan muslim pertama yang berkonsentrasi terhadap pekerjaan paramedik. Dan ia jugalah mendirikan sejenis tenda pengobatan di samping Masjid Nabawi kala itu.

Dengan demikian, obsesinya untuk berjihad dalam bidang kesehatan semakin kuat. Bahkan ketika masa perang datang, dia mampu menghimpun dan mengorganisasi banyak perempuan muslimah untuk menjadi pelayan pengobatan saat perang seperti di Perang Badar, Khaibar, Khandaq dan lainnya.

Sementara itu, saat Perang Khandaq terjadi, Rufaidah sempat mendirikan tenda di tengah medan perang. Tenda yang ia dirikan mendapat perhatian dari Rasulullah hingga sahabatnya Sa’ad bin Muadz yang kala itu terluka akibat perang dipindahkan ke Tenda Rufaidah agar segera mendapat pengobatan. Dan sejak saat itulah di kalangan kaum muslimin, tempat tersebut menjadi terkenal dengan nama Khaimah Rufaidah (Tenda Rufaidah).

Dengan hal-hal tersebut, tak salah Rufaidah menjadi inspirasi bagi segenap perawat dan dokter. Para penulis sejarah mengenalnya dan memberinya gelar Mumarridah Al Islam Al Ula (Perawat Pertama Wanita dalam sejarah Islam). Adapun selain menjadi perawat, disebutkan oleh Ibnu Katsir bahwa Rufaidah juga memberikan pelayanan kepada orang yang kehilangan.

Seperti, fakir miskin, anak yatim piatu, dan orang-orang yang tidak mampu. Karena, pada zaman Rasulullah, beliau menganjurkan kepada segenap muslim untuk tolong menolong kepada sesama serta mengasuh anak yatim piatu.

Karena kiprah tersebut, Rufaidah sangatlah pantas menjadi cerminan bagi seluruh perawat di dunia hingga hari ini. Menolong orang dengan segenap tenaga dan bertindak secara professional. Bahkan, namanya diabadikan dalam bentuk penghargaan di Medical University of Bahrain, Rufaida Al Aslamia Prize in Nursing. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here