Mukisi.com-Tinggal selangkah lagi, RSI Klaten akan menjadi RS Syariah. Sebab pekan lalu (10/11), RS tersebut telah menjalani pra survey dan hasilnya kesiapan RSI Klaten menjadi RS Syariah sudah 80%.

dr. Sagiran, Sp.B, M.Kes. selaku Ketua Divisi Sertifikasi RS Syariah Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) hadir sebagai salah satu perwakilan yang diutus untuk melakukan pra survey di RS tersebut. Menurutnya, kesiapan RSI Klaten luar biasa hingga mencapai 80%.

Dalam acara tersebut, seluruh sivitas RSI Klaten hadir secara lengkap. Mulai dari pengurus yayasan, direksi dan jajarannya, serta tim persiapan sertifikasi RS Syariah.

Menurut dr. Sagiran, kesiapan RS tersebut untuk menjadi RS Syariah sebenarnya sudah nampak sebelum pra-survey dimulai. “Dari presentasi bapak Direktur RSI Klaten pun ketika memberi sambutan dan pemaparan tentang persiapan mereka saja sudah nampak bahwa RSI Klaten sudah begitu siap menjadi RS Syariah,” jelas dr. Sagiran.

Tim Mukisi juga melakukan telusur dokumen dan telusur lapangan. Selain itu, tim juga melakukan wawancara kepada para pasien dan petugas RSI Klaten. “Dan semuanya menunjukkan bahwa RSI Klaten memang sudah siap menjadi RS Syariah. Hanya saja dalam beberapa implementasi terutama poster-poster yang bermanfaat untuk edukasi pentingnya penerapan kaidah syar’i kepada pasien maupun keluarga dan pengunjung itu perlu ditampakkan. Supaya suasana religinya lebih hidup,” imbuh Dokter bedah RS Nur Hidayah Bantul ini.

Di sisi lain, beberapa dokumen juga masih harus dikoreksi dan disesuaikan. Menurutnya, hal tersebut memang wajar dialami ketika pra-survey.

Dalam pra-survey tersebut juga terjadi dialog tanya-jawab seputar RS Syariah. RSI Klaten menanyakan tentang sertifikasi dapur halal. Meskipun menurut pemaparan dr. Sagiran, RSI Klaten tinggal menunggu turunnya sertifikasi dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) saja.

Dari pelaksana tugas bimbingan rohani RSI Klaten juga ada yang mengkonsultasikan tentang praktik bina rohani di RS Syariah. Mereka bertanya seputar pasien yang memerlukan ruqyah syar’iyyah.

“Secara umum saya yakin sudah di atas 80% untuk capaiannya. Jadi kita bisa segera memberikan rekomendasi agar Mukisi melangsungkan pendaftaran ke DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia) untuk mendapatkan jadwal survey. Insyaa Allah RSI Klaten segera menyusul RS Syariah yang sudah mendahului,” jelasnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here