Mukisi.com-Kini, satu Rumah Sakit (RS) milik pemerintah di Kalimantan Selatan juga akan menjadi RS Syariah. Bahkan, komitmen RS tersebut untuk menjadi RS Syariah akan didukung penuh oleh sang Bupati, Drs. H. Achmad Fikry, M.AP.

Selasa lalu (13/11), RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan mendapatkan pendampingan sertifikasi RS Syariah. Di antara tim Mukisi yang hadir adalah dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS. dan Miftachul Izah, SE, M.Kes.

Kemudian dari pihak RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan, hampir semua sivitas  RS turut hadir dan menyambut acara kali ini. Baik dari Direktur Utama, Direktur Pelayanan, Direktur Keuangan, dan jajaran tim sertifikasi RS Syariah yang dimiliki RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan.

Rangkaian acara dimulai dengan sambutan dari pihak Direktur Utama dan sambutan dari Tim Mukisi yang menyampaikan tentang overview RS Syariah. Secara khusus, dr. Burhan menyampaikan tentang  pendamping untuk kelompok pelayanan, sementara Mifta menyampaikan tentang standar manajemen RS Syariah.

Kemudian dilanjutkan dengan telusur dokumen dan telusur lapangan, ini penting, kami menyusuri ruang perawtaan, IGD (Instalasi Gawat Darurat), ruang laundry dan gizi, sarana masjid, dan ambulance yang keseluruh elemen tersebut menjadi persyaratan dalam RS Syariah.

“Dalam tahap ini kami tidak memberi penilaian, tetapi kami bisa gambarkan tentang kesiapan mereka yang dapat dikatakan cukup siap jika ingin berlanjut pada tahap berikutnya, sebab sudah ada program peduli ibadah yang telah berjalan selama dua tahun, dan yang tak kalah menarik, sudah ada gizi halal di RS ini,” papar Mifta.

RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan , lanjutnya, juga telah terareditasi paripurna oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit).

Disupport Bupati

“Kami juga mengapresiasi Bupati Hulu Sungai Selatan yang telah mensupport RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan untuk menjadi RS Syariah. Sebab kehadiran RS Syariah jelas dibutuhkan bagi daerah yang 90 persen masyarakatnya beragama Islam ini,” imbuhnya.

Bahkan RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan sudah memiliki tim sertifikasi dan komite syariah. Namun diakui Mifta, Komite Syariah yang baru dibentuk tersebut masih belum berjalan optimal.

Tak banyak yang perlu dibenahi oleh RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan. Hanya perlu diperbaiki pada proses administrasi dan keuangan yang dapat bekerjasama dengan bank-bank syariah.

“Juga pengaturan zakat dan akad,” imbuh Mifta menekankan.

Tim Mukisi berharap seusai mendapat pendampingam, RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan dapat segera melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan sehingga bisa mengajukan permohonan pra-survey. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here