Mukisi.com-Cara hidup Rasulullah terbukti membuat beliau selalu sehat. Dalam beberapa riwayat, seumur hidupnya, Rasulullah hanya satu-dua kali merasakan sakit. Salah satunya sakit sebelum beliau meninggal. Ternyata, cara sehat Rasulullah sangat mudah kita tiru.

Tak hanya menyehatkan, cara hidup itu juga mendatangkan kebahagiaan. Simak ulasan berikut sebagaimana yang dipaparkan dr. Raehanul Bahraen, seorang ustadz yang juga dokter dan Dosen Fakultas kedokteran Universitas Mataram.

Bersyukur lalu Bahagia

Cara bahagia yang selama ini salah adalah mencari sumber-sumber kebahagiaan materi, baru bersyukur kemudian. Padahal, bahagia dapat diraih ketika kita mampu mensyukuri kenikmatan yang ada.

Dari poin pertama ini, dr. Raehanul Bahraen memberi penjelasan bahwa para ulama mengatakan do’a keluar kamar mandi justru berisi permohonan ampun karena manusia kerap luput dari rasa bersyukur. “Ghufroonakal….” yang artinya, “Dengan mengharap ampunanMu….”.

“Dapat buang air kecil pun itu sudah merupakan nikmat, banyak di luar sana yang sakit dan tidak bisa buang air kecil dengan normal,” katanya.

Cara bersyukur cukup mudah, sebagaimana dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Senang Membuat Orang Lain Senang

Bahagia membuat orang lain bahagia adalah prinsip bahagia dalam Islam. “Siapa manusia yang paling bahagia? manusia yang bisa membahagiakan orang lain,” ucapnya menjelaskan. Memberi kebahagiaan kepada orang lain beragam wujudnya, baik lewat perhatian yang diberikan kepada sesama, ataupun memberi makan fakir miskin.

Ada seorang sahabat yang menemui Nabi. Sahabat ini mengeluhkan kekerasan dan kekakuan di dalam hatinya. Ia tidak merasakan kebahagiaan. Kemudian Nabi bersabda, “Jika engkau ingin hatimu lunak, berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim.” (HR Ahmad).

Allah akan senantiasa memudahkan urusan hambaNya bagi mereka yang mau memudahkan urusan saudaranya. Sebagaimana hadits berikut, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).

“Ada-ada saja cara Allah untuk bantu kita yang datang secara tak terduga. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Terkadang, masalah kita begitu besar tetapi tanpa diduga ternyata terasa mudah diselesaikan. Inilah salah satu bentuk pertolongan kepada Allah yang diberikan kepada hambaNya yang  mau menolong orang lain,” imbuh Raehanul.

Menjaga Kebersihan

Salah satu penyebab datangnya penyakit adalah dari kurangnya kebersihan lingkungan dan badan. Dalam hal ini, satu cara menjaga kebersihan ala Rasulullah adalah mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran) ketika hendak tidur dan bersiwak.

Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan memerintahkan mereka bersiwak  setiap kali berwudhu.” (HR. Bukhari)

Hadits lain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bersiwak itu akan membuat mulut bersih dan diridhoi oleh Allah.” (HR. An Nasa’i, Ahmad).

Giat Beraktivitas dan Berolahraga

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki aktivitas yang cukup padat. Namun beliau memilih banyak berjalan kaki. Dalam berdakwah dari satu tempat ke tempat lain, Rasulullah senantiasa berjalan kaki mengingat keadaan saat itu belum ada kendaraan seperti sekarang ini. Oleh karenanya menurut riwayat hadist, beliau memiliki tubuh bugar dan apabila berjalan langkahnya juga cepat.

Hal inilah yang patut kita teladani, yaitu tidak malas beraktivitas positif dan giat berolahraga. Menurut pemaparan dr. Raehanul, dunia kedokteran mengatakan intensitas baik untuk berolahraga dalah empat kali dalam seminggu, masing-masing 30 menit. “Jika tidak bisa, kita dapat mengusahakan seminggu sekali main futsal,” tandasnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here