Mukisi.com-Semua yang dilarang oleh ajaran Islam, selalu berdampak buruk bagi pelakunya saat dilakukan. Begitu juga dengan berbohong. Melakukannya, ternyata akan mengganggu kesehatan.

Berbohong merupakan salah satu perbuatan yang tercela dan masuk dalam ciri-ciri orang munafik seperti sabda Nabi Muhammad yang artinya, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga : Apabila berbicara, ia dusta; apabila berjanji, ia mengingkari; dan apabila diberi amanat, ia berkhianat.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Sebuah penelitian mengatakan bahwa orang yang sering berbohong akan mencapatkan permasalahan kesehatan. Peniliti dari University of Notre Dame mengamati 110 partisipan yang berusia antara 17 hingga 71 tahun yang diteliti selama 10 minggu.

Selama penelitian, satu kelompok dari partisipan tidak diperbolehkan melakukan kebohongan apapun, sementara kelompok yang lain tidak mendapatkan mandat itu. Satu kalio dama seminggu mereka akan dipertemukan dengan mesin untuk mengetahui kebohongan yang dilakukan.

Dalam waktu 10 minggu, kelompok yang sering mengatakan kebohongan mengalami beberapa masalah kesehatan seperti sakit kepala, insomnia, dan masalah kesehatan lain seperti radang tenggorokan. Tak hanya itu, tingkat stress di kelompok ini meningkat.

“Analisis secara statistik ini menunjukkan bahwa meningkatnya hubungan dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kebohongan yang diungkapkan. Semakin sedikit kebohongan, maka semakin tinggi pula peningkatan kesehatan,” ungkap profesor Lijuang Wang dari Notre Dame University.

Berdasarkan penelitian di US News, orang biasanya berbohong secara konstan setiap hari. Sebuah penelitian bahkan mengungkap bahwa seseorang bisa mengatakan dua sampai tiga kebohongan setiap 10 menit. Penelitian tersebut mengungkap bahwa setidaknya seseorang berbohong sekali sehari.

Peneliti berpendapat bahwa bukan jumlah kebohongan yang berimbas pada kesehatan, dan bukan alasan mengatakannya. Melainkan usaha dan tekanan seseorang untuk terus berbohong untuk menutupi kebohongan lainnya yang kemudian berimbas pada kesehatan mental dan fisik mereka. Keharusan untuk menutupi kebohongan dengan kebohongan lainnya akan menyebabkan produksi hormon stres meningkat dan menyebabkan kerusakan pada kesehatan.

Hal ini nantinya tak hanya berpengaruh secara mental, tetapi juga secara fisik. Stres yang berlebihan bisa memicu masalah kesehatan seperti insomnia, sakit punggung, detak jantung yang tak beraturan, sakit kepala, dan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Sebaliknya, mengatakan sejujurnya malah memicu produksi hormon kebahagiaan yang membuat hidup menjadi lebih tenang, menurunkan stres, dan menjaga tubuh tetap bugar.

 

Berbohong, Menghinakan Pelaku Mendholimi yang Dibohongi

Sikap dan kebiasan berbohong harus segera dihilangkan agar dapat selamat di akhirat kelak. Kebiasaan berbohong dapat menghinakan pelakunya dan mendzolimi orang yang dibohongi. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang memilki dosa kezaliman pada saudaranya, baik berkenaan dengan kehormatan dirinya atau sesuatu yang lain, maka hendaknya ia berusaha melepaskannya hari ini, sebelum datangnya hari dimana tidak ada lagi uang dinar dan uang dirham (yaitu hari kiamat). (Jika pada hari kiamat nanti kezaliman belum terlepas,) maka apabila ia memiliki amal shaleh, amal shalehnya akan diambil (diberikan kepada saudaranya) sesuai dengan kezaliman yang dilakukannya, dan apabila ia tidak memiliki kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil dan dipikulkan kepadanya.” [HR. Bukhari] [13]

Kebohongan memiliki dampak yang luar biasa terhadap kesehatan fisik, mental, serta spiritual. Seseorang yang pernah berbohong pasti akan melakukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Dalam hal ini semoga Allah menghindarkan dari sifat yang suka berbohong, agar fisik, mental, dan spiritual tetap terjaga dan terhindar dari siksa api neraka. (Nda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here