Mukisi.com-Tak banyak manusia yang mampu mengambil sisi positif dari ujian penyakit. Padahal, sakit justru momen tepat untuk bermuhasabah dan lebih mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Rumah Sakit (RS) Syariah yang menyadari betul hal ini, berupaya membantu pasien untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Di saat sakit, fisik pasien memang sedang beristirahat, namun tidak dengan spiritualnya. Spiritual pasien harus terus diisi. K.H. Muhammad Arifin Ilham, seorang pendakwah tersohor mengatakan  setelah akhirnya sakit, manusia yang mampu melewatinya dengan bijak akan semakin mulia di mata Allah. “Sakit itu zikrullah. Mereka yang menderitanya akan lebih sering dan syahdu menyebut Asma Allah dibanding ketika dalam sehatnya,” jelasnya dalam laman republika.

Orang yang sedang sakit akan terhenti dari rutinitas-rutinitas duniawinya, berhenti sejenak dari pekerjaannya sehingga memiliki waktu untuk merenung, teringat dosa-dosa yang pernah diperbuat. “Sehingga lisan akan terbimbing untuk selalu beristigfar dan memohon ampunan kepada Allah. Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis; satu sikap keinsyafan yang disukai Nabi dan para makhluk langit,” imbuhnya.

Pasien Harus Optimis Sembuh

Kemudian, manusia sebagai hamba Allah harus mampu melewati masa sakit dengan penuh rasa husnudzan dan optimis untuk sembuh. dr. Kevin Adrian, tim dokter dari alodokter.com mengatakan, berpikir positif dapat membantu pasien untuk berharap dan merasa dapat mengendalikan masa depan serta kesehatannya. Dengan sendirinya, seseorang yang berpikir positif cenderung menjadi lebih tekun dalam menjalani pengobatan. Sebaliknya, pikiran negatif akan menciptakan kecemasan yang justru membuat kesehatan cenderung menurun.

Di sisi lain, Ustadz A Salim Fillah, penulis buku Islami yang juga merupakan penceramah di Pro-You Channel mengatakan sakit adalah jihad. “Dia yang sakit tak boleh menyerah kalah, di wajibkan terus berikhtiar, berjuang demi kesembuhannya,” paparnya.

Oleh karenanya, di rumah sakit-rumah sakit syariah, diberlakukan konsultasi fiqih dan spiritual. Manajer Bidang BPI (Bimbingan Pelayanan Islam) RSI Sultan Agung Semarang, H.Samsudin Alim, S.Ag, M.Ag mengatakan, “RS Syariah berupaya memelihara kesabaran pasien saat ditimpa musibah sakit, serta ridha menerima keadaan. Ini sangat mempengaruhi kesembuhan pasien,” ungkapnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here