Mukisi.com-Deretan Rumah Sakit (RS) di Indonesia kini berbondong-bondong jalani pendampingan sertifikasi syariah. Setelah melakukan pengajuan menjadi RS Syariah, Selasa lalu (30/10), RSI Namira Lombok yang mendapat pendampingan, berbagai Pekerjaan Rumah siap dikerjakan.

Acara pendampingan tersebut dihadiri langsung oleh dr. Masyhudi AM, M.Kes dan Miftachul Izah S.E, M.Kes, yang masing-masing menjabat sebagai Ketua dan Wakil Sekretaris Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi). Dari pihak RSI Namira pun baik pemilik, direktur dan para pengurus harian struktural hadir menyambut tim Mukisi.

Rangkaian acara tersebut terdiri dari pembukaan, kemudian pembimbingan dokumen, telusur lapangan, dan exit conference. “Saat pembukaan, dokter Masyhudi menyampaikan overview soal RS Syariah,” jelas Direktur RSI Namira, dr. Utun Supria, M.Kes.

“Acara ini menyempurnakan secara syar’i survey verifikasi dari KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit) yang baru dilakukan tanggal 23 Oktober lalu,” terangnya.

Tim Mukisi pun berkeliling ke area ruang rawat jalan, ruang tunggu pasien, gizi, laundry, dan yang akan datang yaitu telusur pelayanan. “Untuk telusur lapangan standar pelayanan syariah mereka berkunjung ke ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), IBS (Instalasi Bedah Sentral), Instalasi Farmasi, Rawat Inap dan Kamar Jenazah,” jelasnya.

Pendampingan ini dilakukan agar RSI Namira mampu memahami secara komprehensif tentang RS Syariah. Termasuk mengerti soal persyaratan serta dokumen, sarana, juga sistem yang harus disiapkan. Hal yang menarik dari pendampingan kali ini adalah, dr. Masyhudi AM, M.Kes menantang RSI Namira untuk tersertifikasi sebagai RS Syariah di tahun 2018.

“RSI Namira pun segera menyiapkan semua yang telah direkomendasikan oleh pendamping. Diharapkan 1 bulan lagi bisa segera dilakukan Pra Survey. Dengan tahap akreditasi yang sudah didapat dari KARS selama ini, RSI Namira dinilai sudah siap untuk dilakukan pra survey RS Syariah,” responnya.

Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) pun siap dikerjakan demi menyiapkan diri melaju pada tahap pra-survey. Mulai dari kerjasama dengan bank syariah, kerjasama dengan LPPOM-MUI NTB (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika-Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Barat) untuk sertifikasi makanan halal, memperbaiki sistem keuangan menjadi Syariah, menyiapkan komite dan struktur yang menangani syariah, hingga menyiapkan sistem dan personel untuk pemasaran syariah.

“Pemilik, semua direksi dan 98% karyawan muslim mendukung RSI Namira untuk menjadi RS Syariah. Sehingga ini menjadi salah satu misi kita, yaitu RSI Namira menjadi sarana syi’ar dakwah. Sebab NTB pun mayoritas muslim, kami ingin menjadi pelopor bangkitnya RS Syariah di NTB,” jelasnya mengakhiri. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here