Mukisi.com-Jika ada apotek di rumah sakit itu sudah biasa. Namun jika ada rumah tahfidz di dalam rumah sakit, baru luar biasa. RSI Sultan Agung (RSISA) Semarang mewujudkannya, ada rumah tahfidz di rumah sakit. Yang lebih menarik, para santri yang hafiz adalah karyawan RSISA.

RSI Sultan Agung  Semarang merupakan Rumah Sakit (RS) yang tersertifikasi syariah pertama di Indonesia, sekaligus di dunia. Guna fasilitasi kebutuhan spiritual sivitas RS, dibangunlah masjid dan rumah tahfidz, karena para tahfidznya adalah para karyawan di RSI Sultan Agung.

Seiring dengan komitmen bersyariah itulah, RSI Sultan Agung bertekad untuk memastikan pegawai dan sivitas RS mampu menjiwai nilai keislaman, lebih dekat dengan hal-hal yang religius, dan tak melupakan kewajiban beribadah di sela padatnya pekerjaan.

“Oleh karenanya dibangunlah masjid ini, diharapkan menjadi media dakwah untuk memotivasi dan mengajak mereka untuk terus memperbaiki keimanan dan semangat beribadah,” ujar Chanif Miftahuddin, Humas RSI Sultan Agung Semarang.

Tepatnya sejak 2016 lalu, peletakan batu pertama dilakukan. Pembangunan ini bukan tanpa sebab. Diawali dengan kapasitas mushola yang tidak mampu menampung para jamaah untuk sholat jumat, hingga mengharuskan mereka untuk pergi keluar RS mencari masjid. Dibuatlah keputusan untuk membangun masjid di lahan yang lebih luas.

“Lahan yang saat ini dibangun masjid baru sebenarnya ingin kami bangun hotel untuk keluarga pasien menginap. Namun seiring kita dinobatkan sebagai RS Syariah, ikon masjid dirasa sangat penting,” paparnya.

Hari ini, pada 27 Oktober 2018, diadakan tasyakuran masjid dan rumah tahfidz. “Agar semakin berkah, acara akan diawali dengan Sholat Dhuha untuk semua peserta yang hadir,” ujarnya. Kemudian, ia melanjutkan, pukul 08:00 WIB ada pembacaan ayat suci Al Quran, dan sambutan-sambutan dari ketua Yayasan Badan Wakaf RSI Sultan Agung Semarang, Hasan Toha Putra MBA, serta Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang, dr. Masyhudi AM, M.Kes.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemukulan bedug sebagai simbol peresmian masjid dan rumah tahfidz, dan penandatanganan pihak-pihak terkait. Setelah itu para tamu akan diarahkan ke lantai satu masjid untuk melihat ruang-ruang, termasuk rumah tahfidz, thibun nabawi, dan sebagainya. Dilanjut dengan acara ramah tamah dan diakhiri dengan sholat dhuhur berjama’ah.

Mendapat Respon Positif

Diakui oleh Chanif, pembangunan masjid dan rumah tahfidz ini mendapat respon positif dari berabagai pihak. Dari kelaurga pasien misalnya, mereka mengapresiasi dengan dibangunnya masjid yang lebih luas daripada sebelumnya ini. Dengan begitu kebutuhan mereka untuk dapat sholat dengan lebih nyaman dapat terakomodir. Hal ini menandakan RSI Sultan Agung terus berupaya untuk berbenah dan memahami kebutuhan pasien, keluarga pasien, serta para SDM di RSI Sultan Agung. “Mereka luar biasa senang,” ujarnya.

Juga Berangkatkan Umroh Para Karyawan

Tak tanggung-tanggung, demi memotivasi Sumber Daya Manusia (SDM), per tahunnya para direksi RSI Sultan Agung memberangkatan umroh minimal 15 karyawan. Penentuan tersebut didasarkan pada prestasi karyawan baik di bidang pekerjaan maupun di bidang agama.

Bertekad untuk terus bergerak progresif, RSI Sultan Agung pun membangun rumah tahfidz yang berada di lantai 1 masjid baru tersebut. “Masjid baru ini ada tiga lantai, lantai pertama untuk dibangun rumah tahfidz, ruang thibun nabawi, perpustakaan, ruang konsultasi kerohanian, dan sebagainya. Sedang di lantai dua untuk jamaah laki-laki melakukan sholat, dan lantai tiga untuk jamaah wanita,” paparnya.

Sebenarnya program tahfidz ini sudah ada sejak dua tahun lalu, namun masih memanfaatkan ruang keperawatan di lantai empat RS sebagai ruang belajar tahfidz. Dengan dibangunnya rumah tahfidz ini mereka bisa belajar lebih nyaman di ruang yang tersedia.

Siapapun yang menjadi SDM di RSI Sultan Agung, bisa belajar untuk menjadi tahfidz di rumah tahfidz tersebut. “Siapapun bisa dan boleh, baik bagian medis, administrasi, bagian pelayanan kerohanian, bagian laundry dan gizi, maupun bagian cleaning service. Sebab syaratnya hanya satu, bisa membaca al-qur’an dengan lancar. Jika belum lancar, maka kami bantu untuk mengarahkannya ke program tahsin terlebih dahulu. Sebab di program tahsin memfokuskan kelancaran dalam membaca Al Qur’an,” paparnya.

Soal tenaga pengajar di rumah tahfidz pun sudah dipersiapkan dengan matang oleh RSI Sultan Agung. Telah ada tiga pengajar untuk tahfidz puteri, dan ada tiga pengajar untuk tahfidz putera. Para tahfidz tersebut belajar secara rutin, yaitu pada hari Selasa, Rabu dan Kamis pukul 14:00 hingga 16:00 WIB.

Berbagai Pihak Berkontribusi

Selain dibangun dengan kontribusi dari badan wakaf RSI Sultan Agung, pembangunan masjid dan rumah tahfidz ini juga dibangun atas kontribusi para dokter dan masyarakat umum. Antusias masyarakat untuk ikut berkontribusi membangun ‘rumah Allah’ sangat tinggi. Sebagian dari mereka ada yang melakukan wakaf karpet, sebab masjid membutuhkan karpet berkualitas bagus dan luas, juga ada yang melakukan wakaf mukena. Bahkan ada yang mencapai angka fantastis, 50 juta rupiah.

“Selain masyarakat, para dokter juga bahu-membahu dalam membangun masjid ini, banyak dari para dokter yang menyisihkan rezeki mereka untuk pembangunan masjid ini. Di sela kesibukannya, mereka pun juga tergabung dalam panitia pembangunan masjid,” jelasnya.

Berbicara soal tantangan, pembangunan masjid dan rumah tahfidz ini juga memiliki tantangan yang beragam. Tanggungjawab dalam memelihara masjid tidaklah sepele, oleh karenanya harus ada improvement. Apalagi konsekuensi logisnya, masjid ini dibangun di tengah institusi kesehatan, yang mana sivitasnya bukanlah orang yang secara khusus hanya mengurus masjid saja.

“Sebagian dari mereka juga memiliki tanggungjawab dalam mengelola administrasi rumah sakit, melakukan tugas medis, bagian kerohanian juga harus secara berkala melakukan kunjungan ke pasien, namun kami bertekad untuk menjaga kemakmuran masjid di sela kesibukan masing-masing. Inilah tantangan kami, untuk terus beristiqomah memakmurkan masjid,” paparnya.(Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here