Mukisi.com-Ada yang menarik dari acara Majelis Upaya Kesehatan Islam Indonesia (Mukisi) kali ini. Para jajaran CEO (Chief Executive Officer) Mukisi berkumpul untuk melaporkan progress dan memantabkan langkah bersama dalam memperjuangkan kesehatan Islam di Indonesia.

Bertajuk ‘Mukisi CEO Forum’, acara tersebut diselenggarakan pada Jum’at (19/10) lalu di Ruang Merapi B1, Hotel Sultan Jakarta. Tak hanya dihadiri oleh jajaran pengurus Mukisi dan jajaran CEO Rumah Sakit (RS) Anggota Mukisi, acara ini juga dihadiri oleh lembaga fintech (financial and technology) syariah, supplier alat kesehatan syariah, serta supplier bahan-bahan habis pakai RS yang sudah tersertifikasi halal, serta dari Kimia Farma.

“Kami sediakan 50 seat di ruangan untuk para peserta forum,” papar dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS selaku sekretaris Mukisi.

Acara tersebut diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Biasanya, diselenggarakan bersamaan dengan acara tahunan PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia). Dikatakan oleh Dokter Burhan, acara ini berguna untuk menyampaikan kepada teman-teman anggota Mukisi tentang progress selama setahun terakhir. Selain itu, dengan diadakannya acara ini diharapkan ada masukan-masukan dari seluruh peserta forum untuk kebaikan Mukisi ke depan.

“Kami melaporkan apa saya yang sudah kami lakukan, perkembangan terkini dan menampung masukan-masukan dari mereka,” paparnya.

Dalam acara tersebut, dr. Masyhudi AM, M.Kes selaku Ketua Mukisi dan dr. Burhanuddin Hamid Darmadji selaku ketua 2nd IHEX (International Islamic Healthcare Conference and Expo) 2019 memberikan sambutan dan presentasi.

“Dokter Masyhudi memberikan presentasi tentang progress Mukisi, saya memberikan presentasi tentang IHEX, khususnya menindaklanjuti IHEX pertama, dan apa saja yang akan dilakukan dalam IHEX tahun depan,” jelasnya.

Hadirkan Ronald Wijaya

Mukisi pun turut menghadirkan Ronald Wijaya, pelopor fintech syariah di Indonesia yang sering mendapatkan penghargaan dalam forum-forum fintech di kancah Internasional. Di acara tersebut, Ronald mempresentasikan tentang potensi penggalangan dana melalui channel fintech syariah.

“Beliau memberikan penjelasan tentang apa itu fintech, manfaat fintech, perkembangan fintech syariah, dan peluang-peluang ke depan. Ia juga mempresentasikan bagaimana rumah sakit didesain untuk IPO (Initial Public Offering),” jelasnya.

Menanggapi hal itu, para peserta forum pun antusias mengusulkan untuk menindaklanjuti kerjasama dan mengadakan pertemuan lanjutan yang membahas secara khusus tentang IPO RS tersebut.

Selain itu, juga ada penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara Mukisi dengan FK UIN (Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta. Isi dari MoU tersebut adalah kesepakatan untuk terus bekerjasama memperkenalkan RS Syariah kepada mahasiswa. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here