Mukisi.com-Ajaran Islam yang sudah berumur sekitar 1400 tahun lamanya ternyata sangat relevan dengan penemuan terkini. Berbagai ajaran Islam, juga sangat baik jika ditinjau dari sisi kesehatan terkini.  Salah satunya adalah anjuran Islam untuk tidak makan terburu-buru. Karena makan buru-buru bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Jika seorang di antara kalian makan, maka jangan tergesa-gesa sampai dia menuntaskan makannya, meskipun iqamah sudah dikumandangkan.” (HR. Bukhari).

Seorang praktisi kesehatan, Yuga Pramita dalam bukunya “Diet Islami” menyatakan bahwa makan dengan cepat dapat memungkinkan seseorang mengalami refluks asam lambung serta berperan dalam risiko kegemukan.

Penelitian ilmiah pun dilakukan. Sebanyak 59.717 pria dan wanita Jepang yang mengidap diabetes tipe 2 diuji. Riset yang dilakukan oleh tim peneliti dari Kyushu University Jepang ini mencoba mengamati dampak makan dengan cepat terhadap berat badan seseorang. Dilansir dari detik.com, masing-masing dari mereka pun diminta menilai apakah mereka makan dengan cepat, normal atau perlahan-lahan. Mereka juga menjalani check up secara teratur dalam kurun tahun 2008-2013.

Namun di akhir studi diperoleh kesimpulan bahwa mereka yang makan dengan kecepatan lambat memiliki BMI (indeks massa tubuh rata-rata) berkisar 22,3. Sedangkan mereka yang makan cepat, BMI-nya berkisar 25 atau sudah tergolong obesitas.

Menurut peneliti, ini karena mereka yang terbiasa makan dengan cepat akan terus makan meski sebenarnya sudah merasa kenyang atau tubuh sudah mendapatkan kalori dalam jumlah yang memadai.

“Sinyal kenyang dari perut butuh waktu untuk bisa sampai ke otak, dan bisa jadi ketika sinyalnya baru sampai ke otak, mereka sudah lebih dulu selesai makan,” tandas peneliti seperti yang dilaporkan The Japan Times.

Tersedak yang Bisa Berakibat Fatal

Selain itu menelan makanan atau minuman tergesa-gesa dapat mengakibatkan seseorang tersedak. Salah satu kisah nyatanya, pernah diberitakan oleh detik.com 2016 lalu, insiden nahas dialami oleh seseorang berinisial ‘FJ’ saat mengikuti lomba makan ayam yang diselenggarakan oleh perusahaan makanan cepat saji ternama. Perlombaan makan cepat itu berhadiah Rp 5 miliar. Namun sayang, ia menghembuskan nafas terakhir karena tersedak usai menyantap 3 sayap ayam dalam perlombaan tersebut.

Mengenai hal tersebut, dr. Jamal Muhammad, Sp.THT, seorang dokter spesialis di RS Haji Jakarta mengatakan, makanan memang seharusnya dikunyah secara tepat sesuai anjuran medis dan yang diajarkan oleh Rasulullah, yaitu 30 kali. “Apalagi jika jumlah makanannya cukup banyak dan kasar. Makanan berbentuk biji-bijian dan potongan daging jika tidak dikunyah secara perlahan dapat menutup saluran pernafasan, inilah yang kemudian bisa menyebabkan kematian karena tertutupnya saluran pernafasan,” jelasnya.

Selain dapat berisiko pada saluran pernafasan, makan terburu-buru juga berisiko pada proses pencernaan, tepatnya berimbas pada lambung. “Makan terburu-buru juga berimbas pada kesehatan lambung,” imbuh dokter yang juga menjadi anggota divisi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) ini. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here