Mukisi.com-Acara bergengsi yang  digelar tahunan oleh PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) sukses digelar. Dalam acara itu, Mukisi mengenalkan semua hal tentang RS Syariah kepada publik.

Acara tahunan PERSI tersebut telah digelar pada hari Rabu (17/10) hingga Sabtu (20/10) lalu. Dalam acara tersebut dr. Masyhudi AM, M.Kes, selaku Ketua Mukisi (Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia) didapuk untuk mengenalkan rumah sakit syariah di Indonesia kepada khalayak pada hari Sabtu. “Kami perkenalkan semua hal tentang RS Syariah, dari A sampai Z, lengkap, kap,” ujar Dokter Masyhudi.

Dalam membawakan materinya, Dokter Masyhudi mengawali dengan memutar video profile dari rumah sakit syariah. Di dalam video tersebut selain berisi pengenalan dan historis dari rumah sakit syariah juga berisi standar-standar penilaian sertifikasi dan nilai-nilai syariah yang senantiasa dibiasakan di dalam rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah.

Tak Eksklusif untuk RS Islam

“Sertifikasi syariah ini merupakan berkah. Bagi umat Islam, Indonesia, bahkan seluruh dunia,” katanya. Hal ini dikarenakan dalam standar syariah yang diterapkan tak hanya membawa keuntungan bagi rumah sakit dan pasien muslim, namun juga non muslim dan tidak akan ada hak yang dikurangi atau dibatasi.

Kemudian, pria yang juga Ketua Mukisi tersebut menerangkan lebih lanjut kepada khalayak bahwa sertifikasi syariah ini tidak bersifat eksklusif untuk rumah sakit Islam saja. Sertifikasi syariah ini berlaku bagi semua rumah sakit, baik milik pemerintah daerah ataupun milik BUMN.

Ada beberapa syarat mutlak untuk mendapat sertifikasi syariah ini. “Untuk mendapat sertifikasi syariah ini ada syarat mutlaknya, rumah sakit harus terakreditasi paripurna,” jelas Dokter Masyudi.

Di sisi lain, ia juga menjelaskan bahwa Mukisi kali ini membawa grand issue, yaitu ‘Bangkitkan Rumah Sakit Syariah di Nusantara’ bersamaan dengan hashtag yang diusung #2018ada50RSSyariah. Hal ini membuktikan keseriusan Mukisi untuk memperjuangkan ghirah kesehatan Islam di nusantara.

Inilah Nilai Syariah yang Ada di RS Syariah

Sementara itu, sertifikasi syariah ini adalah hasil kerjasama antara Mukisi dengan DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia). “Kenapa harus DSN-MUI ? karena semua yang terkait dengan syariah di Indonesia harus disetujui oleh DSN,” terangnya. Kemudian, lebih lanjut ia menerangkan historis sertifikasi syariah dan budaya di rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah.

Budaya-budaya yang dimaksud olehnya meliputi mengingatkan waktu shalat bagi pasien, penggunaan hijab di dalam lingkungan rumah sakit khusus muslimah, dan berbagai nilai-nilai Islam yang dibudayakan di dalam rumah sakit syariah.

Lalu, pria yang juga Direktur Utama RS Islam Sultan Agung Semarang tersebut juga menegaskan bahwa pelaksanaan sertifikasi syariah ini sama dengan pelaksanaan sertifikasi KARS. Bedanya pada sertifikasi yang dilakukan oleh Mukisi dan DSN ini memiliki konten khusus terkait dengan nilai-nilai syariah.

Hingga hari ini sudah 32 rumah sakit yang berproses menuju syariah. “Diantara ke 32 rumah sakit tersebut ada 4 RSUD dan 1 RS BUMN,” papar Dokter Masyhudi. Dengan angka yang demikian, bukan tak mungkin Mukisi dapat menancapkan visinya di nusantara. Membangkitkan rumah sakit syariah di nusantara dan mensertifikasi syariah 50 rumah sakit di tahun ini. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here