Mukisi.com-Keberadaan RS Syariah, memikat banyak pihak. Rabu (10/10) lalu, mahasiswa FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melakukan kunjungan ke RS Sari Asih Ciledug, khusus untuk belajar mengenai RS Syariah. Berbagai pertanyaanpun dilontarkan.

RS Sari Asih Ciledug dipilih oleh FK UIN (Fakultas Kedokteran-Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah Jakarta berdasarkan rekomendasi dari Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) Banten, dr. Yahmin Setiawan, MARS. Sebanyak 57 mahasiswa berkunjung di sana menyaksikan secara langsung, praktik-praktik RS Syariah di lapangan.

Menurut keterangan dari dr. H. Ni’matullah Mansur, MARS, Direktur RS Sari Asih Ciledug, ke-57 mahasiswa tersebut menjelajahi di hampir seluruh ruangan yang ada di RS Sari Asih Ciledug. Mulai dari ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat), dapur RS, ruang rawat inap, ruang perawatan jenazah, ruang laundry, dan sebagainya.

“Mereka dibagi menjadi enam kelompok, mereka juga menengok ambulance rumah sakit, sebab di RS Syariah, pasien dan keluarga pasien yang dibawa oleh ambulance diperdengarkan mutoral Qur’an selama perjalanan,” papar Dokter Ni’matullah.

Selain itu, mereka juga melihat secara langsung praktik-praktik pelayanan kesehatan syariah di RS Sari Asih Ciledug. Mereka melihat pemasangan kateter yang sesuai dengan jenis kelamin antara dokter dan pasien, melihat bagian pelayanan obat yang memberikan bimbingan doa kepada pasien sebelum meminum obat, melihat para pasien yang diberi bimbingan rohani oleh ustadz, melihat adanya bimbingan edukasi mengenai vaksin di klinik anak, serta melihat tersedianya mushola yang memadai di setiap lantai yang  ada di RS Sari Asih Ciledug.

“Mereka juga berkunjung ke ruang operasi dan melihat jadwal operasi yang dibuat sedemikian rupa agar tidak bentrok dengan waktu sholat,” imbuhnya.

Selama kunjungan pun, pertanyaan-pertanyaan kritis muncul dari para mahasiswa tersebut. Mulai dari mempertanyakan bagaimana kerjasama RS syariah dengan BPJS yang belum syariah, bagaimana pelayanan vaksin MR (Measles Rubella) yang mengandung unsur haram tetapi dengan melihat kondisi darurat dibolehkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia), bagaimana dengan kandungan alkohol yang ada pada obat, bagaimana pelayanan bagi pasien non muslim, bagaimana dengan pasien yang tidak jelas identitas agamanya yang dibawa ke IGD (apakah ketika sakaratul maut mereka juga ditalqin), dan sebagainya.

“Pemikiran mereka luar biasa kritis. Kami pun menjawab dengan detail. Contohnya ketika mereka mempertanyakan pelayanan bagi pasien non muslim, kami pun menjawab bahwa pasien non muslim akan tetap diperlakukan dengan sangat layak, kami tidak mengurangi sedikitpun untuk melayani mereka dengan baik. Hanya saja mereka tidak diingatkan sholat, serta tidak dibimbing doa bersama,” ungkapnya.

Para Mahasiswa Mempresentasikan Hasil Kunjungan

Sebagai bentuk follow up pemahaman mereka tentang RS Syariah, mereka pun diminta dosen terkait untuk mempresentasikan hasil kunjungannya. Tak tertinggal, direktur RS Sari Asih Ciledug pun turut hadir menyaksikan presentasi yang diadakan lima hari setelah kunjungan tersebut, yaitu pada tanggal 15 Oktober 2018.

Para mahasiswa tersebut dibagi menjadi lima kelompok yang diberi tema berbeda. “Kelompok pertama membahas tentang manajemen RS Syariah, kelompok kedua membahas tentang pelayanan rawat jalan di RS Syariah, kelompok ketiga membahas tentang pelayanan rawat inap dan bedah di RS Syariah, kelompok keempat membahas tentang perawatan jenazah, dan kelompok kelima membahas tentang gizi dan laundry halal RS Syariah,” kata Dokter Ni’matullah.

Ia pun menilai, presentasi mereka sungguh luar biasa. Menurut Dokter Ni’matullah, para mahasiswa tersebut sudah mampu memahami RS Syariah dengan baik. “Mahasiswa FK UIN Syarif Hidayatullah juga memiliki background pendidikan agama yang bagus, banyak dari mereka yang berasal dari madrasah Aliyah, sehingga tidak heran jika mereka mampu memahami RS Syariah dengan baik,” jelasnya.

Di akhir sesi presentasi, Dokter Ni’matullah pun memberikan konklusi dan melengkapi jawaban dari beberapa pertanyaan yang ada selama diskusi berlangsung.

RS Syariah Akan Terus Diperkenalkan kepada Mahasiswa

Menurut keterangan Dokter Ni’matullah, pembelajaran RS Syariah kepada mahasiswa akan terus dilanjutkan. Hal ini berdasarkan kesepakatan yang dibuat Mukisi dengan Pihak FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada saaat ‘CEO (Chief Executive Officer) Forum’ yang diselenggarkaan Mukisi di tanggal 19 Oktober lalu.

“Pada CEO forum kemarin, sudah terjalin MoU (Memorandum of Understanding) antara Mukisi dengan FK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Isi dari MoU tersebut adalah untuk terus bekerjasama memperkenalkan RS Syariah kepada mahasiswa,” ujarnya mengakhiri. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here