Mukisi.com-Jika manusia sakit, Islam mengajarkan manusia untuk berikhtiar mengobati penyakitnya. Di dalam Islam, ada satu metode penyembuhan yang biasa dilakukan oleh Rasulullah. Al Hijamah namanya.

Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam, dan sundutan dengan api(kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.”

Pengobatan ini sudah dilakukan sejak zaman Rasulullah. Pengobatan ini memiliki nama lain, yaitu bekam. Dalam A Cup of History di cuppingtherapy.org sebuah situs yang dikelola oleh Asosiasi Terapi Bekam Internasional (ICTA) bahwa bekam tertera dalam hieroglif Mesir sejak 3.500 tahun silam. Di Eropa pengobatan ini dikenal dengan Cupping Therapeutic Method, sedangkan di Cina disebut Pa Hou Kuan.

Al Hijamah sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian di tampung dalam wadah. Metode ini dilakukan dengan menyayat permukaan kulit dengan pisau bedah lalu disedot dengan suatu alat yang sudah beserta dengan wadah dari darah yang akan disedot.

Dari Nyeri Otot Hingga Menekan Kolesterol Jahat

Kemudian, metode pengobatan ini nyatanya diminati oleh berbagai kalangan. Seperti pada tahun 2016 di Olimpiade Rio, Michael Phelps seorang atlet renang tanpa sengaja menunjukkan bekas pembekaman yang ia lakukan. Tak hanya atlet, artis-artis Internasional seperti Gwyneth Paltrow, Justin Bieber, dan Victoria Bekham juga kerap melakukan bekam.

Di sisi lain, bekam diklaim aman menurut pendapat dari Departemen Pengobatan Komplementer Universitas Exeter, Inggris, Edzard Ernst. Manfaat yang diklaim merupakan mengatasi nyeri otot, masalah otot, insomnia, dan lainnya. Meski demikian belum ada uji klinis hingga hari ini.

Kemudian, penelitian Saad Al Saedi dari Universitas King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi berjudul Molecular Aspects of Cupping Therapy: Relationship to Immune Functions in Patients with Chroniv HCV Infection, 2005 menyebut bahwa bekam meningkatkan respons daya tahan tubuh secara berulang dan menurunkan kemampuan replikasi virus dalam darah pasien hepatitis C kronik.

Lebih lanjut dikatakan oleh Ida Narulita Dewi, seorang dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi RS Hermina Jakarta dalam kompas health, bahwa bekam juga memiliki manfaat. “Kalangan medis membuktikan bahwa bekam meningkatkan sebagian respons imunitas tubuh hingga meningkatkan kekebalan tubuh melawan gangguan tubuh,” katanya.

Sementara itu, pada penderita obesitas bekam juga memiliki manfaat. Bekam dapat menurunkan tekanan darah dan kolesterol jahat pada tubuh. Dengan pengeluaran itu akan mengurangi zat besi dalam darah hingga mengurangi risiko jantung dan pembuluh darah.

Pengobatan bekam jika dilakukan secara teratur akan membawa keuntungan tersendiri bagi kesehatan manusia. Karenanya dalam Islam, berbekam sangat dianjurkan.

Sementara itu, kata dr. Sagiran, Sp.B., M.Kes, seorang dokter spesialis bedah di RS Nur Hidayah Bantul, bahwa bekam dalam ilmu medis diperbolehkan. Dengan syarat, seorang pembekam haruslah orang-orang yang berkompeten dalam ilmu kesehatan masyarakat, dokter misalnya. “Bekam ada yang melibatkan tindakan, tindakan inilah seharusnya dilakukan oleh yang berkompeten,” kata dokter yang juga menjadi ketua divisi sertifikasi RS syariah Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) ini.

Oleh sebab itu, berbekam dapat menjadi salah satu pengobatan yang praktis dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Karena, kesehatan tubuh adalah sebuah nikmat dari Allah melebihi apapun. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here