Mukisi.com– Geliat bersyariah semakin membumi di dunia kesehatan. Hal itu ditandai dengan semakin banyaknya rumah sakit (RS) yang mengajukan sertifikasi syariah. Kali ini giliran Pekanbaru. RS Prof Dr. Tabrani dan RSIA Zainab Pekanbaru telah mendapatkan pendampingan untuk  sertifikasi RS Syariah, Senin (15/10) lalu.

Pendampingan itu dilakukan oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) yang diwakili oleh dr. Masyhudi AM, M.Kes dan Miftachul Izah, SE, M.Kes yang masing-masing menjabat sebagai Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Mukisi.

Kedatangan tim Mukisi disambut hangat oleh Direktur RS Prof. Dr. Tabrani, dr. Dovy Saptika Faulin, dan  dr. Dian Larassati, CIMI selaku Direktur RSIA Zainab Pekanbaru, serta owner dari kedua RS tersebut, yakni dr. Diana Tabrani.

Melalui Dokter Diana pula, tim Mukisi dipertemukan dengan Ustadz Abdul Somad yang dari pertemuan itu menghasilkan kesediaan ustadz yang namanya akrab disingkat “UAS” tersebut untuk hadir dalam 2nd IHEX (International Islamic Healthcare Conference and Expo) Maret mendatang.

Kemudian dikatakan oleh Sekretaris Mukisi, dr. Burhanuddin Hamid Darmadji, MARS, bahwa kedua RS tersebut akan melaju pada tahapan pra survey. Namun diperlukan beberapa bulan untuk menuju tahapan kedua tersebut.

Sebab, ada sejumlah ‘Pekerjaan Rumah’ (PR) yang harus diselesaikan dan mengirimkan laporannya kepada tim Mukisi. “Tentunya berkaitan dengan berkas dan persiapan mereka untuk melaju pada tahapan berikutnya,” paparnya. Untuk mempermudah, RS yang menjalani pendampingan sertifikasi syariah dapat melakukan pendampingan secara online. “Mereka bisa melakukan tanya jawab juga,” imbuhnya

Kedua RS tersebut, lanjutnya, berpotensi untuk menjadi RS Syariah. Sebab sebenarnya sudah ada beberapa pelayanan dari kedua RS tersebut yang sudah sesuai dengan standar syariah, sehingga bukanlah hal yang sukar bagi keduanya untuk menjadi RS Syariah.

“Beberapa hal tersebut contohnya sudah ada petugas kerohanian, sudah ada kepedulian pembinaan staf rumah sakit melalui kajian-kajian, tinggal memperbaiki dan menatanya hingga sesuai dengan standar RS Syariah,” jelas Dokter Burhan. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here