Mukisi.com-Aurat hingga hari ini masih menjadi bahasan yang hangat. Di RS Syariah hal aurat menjadi perhatian khusus. Bahkan saat operasi pasien, RS Syariah menjamin aurat pasien terlindungi.

Meski banyak juga yang berpendapat tetang kondisi daruratnya saat penanganan medis, di dalam rumah sakit syariah menjaga aurat pasien juga dilakukan saat melakukan operasi.

Samsudin Salim S.Ag., M.Ag, Manajer Bimbingan Pelayanan Islam (BPI) RSI Sultan Agung Semarang bahwa aurat pasien di dalam rumah sakit syariah sangat dijamin. “Ini upaya kami untuk memelihara kemaslahatan,” katanya.

Karenanya, aurat bukan hal yang bisa diremehkan begitu saja. Bagi muslim, menjaga aurat sangatlah penting. Ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad, Rasulullah bersabda, “Jagalah auratmu kecuali terhadap (pengelihatan) istrimu atau budak yang kamu miliki.”

Busana Khusus Operasi yang Menutup Aurat

Dikatakan oleh Samsudin bahwa rumah sakit syariah memiliki busana muslim khusus untuk operasi yang telah dirancang khusus agar yang terbuka hanya di bagian yang akan di operasi saja dan dapat digunakan tanpa adanya biaya tambahan. “Jika operasi dilakukan di kepala, kaki, tangan, busananya berbeda-beda,” terang Manajer Bidang Pelayanan Islam (BPI) RSI Sultan Agung Semarang tersebut.

Adapun selain menyediakan fasilitas tersebut. Saat operasi dilakukan di rumah sakit syariah, semua pihak rumah sakit akan memastikan bahwa kondisi ruangan benar-benar tertutup agar aurat pasien yang di operasi tidak terlihat oleh orang lain. Hal ini dilakukan demi memuliakan pasien dengan menjaga auratnya.

Kemudian, penentuan tim operasi juga berdasarkan gender dari pasien yang akan di operasi. Namun, ada pengecualian tertentu jika tenaga tim operasi tidak mencukupi. “Operasi tetap dilakukan, yang terpenting bagi kami adalah menutup aurat pasien untuk memelihara kemaslahatan,” ungkap pria yang juga anggota divisi sertifikasi syariah Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) itu.

Di sisi lain, jika operasi dilakukan terhadap non muslim dikatakan olehnya bahwa prinsipnya sama. Hanya saja tanpa pemberian hijab bagi pasien. Karenanya, rumah sakit syariah paham betul perihal aurat ini. Mereka berusaha keras untuk memuliakan pasiennya.

Mengetahui hal tersebut, keluarga pasien sangat mengapresiasi rumah sakit syariah dalam penanganan pasien. Meski dalam penanganan medis, rumah sakit syariah tetap konsisten menjaga aurat pasien demi kemaslahatan. “Ini merupakan bagian dari gerakan dakwah dalam pelayanan kesehatan,” akunya.

Islam Memandang Aurat

Menurut ‘Fikih Perempuan Kontemporer’ karya Huzaimah Tahido Yanggo, aurat berasal dari kata a’wara artinya sesuatu yang jika dilihat akan mencemarkan. Karenanya aurat adalah suatu anggota badan yang harus ditutupi dan dijaga hingga tidak menimbulkan kekecewaan dan malu.

Oleh sebab itu, dalam buku ‘101 Wasiat Rasul untuk Perempuan’ karangan Sa’ad Yusuf Abdul Aziz menjelaskan bahwa menutup aurat adalah tanda atas kesucian jiwa dan baiknya kepribadian seseorang.

Jika diperlihatkan maka itu bukti atas hilangnya rasa malu dan matinya kepribadian. Sudah menjadi tugas setan beserta sekutu-sekutunya dari jin dan manusia, membujuk umat muslim untuk menanggalkan pakaian-pakaiannya serta selendang pembalut kehormatan mereka.

“Aurat jika dilihat orang dapat menjadi dosa jariyah, dosa yang terus mengalir. Ini zina mata,” papar Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here