Mukisi.com– Cabang-cabang kepengurusan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) kian aktif. Pergerakannya pun makin masif. Mukisi Kalimantan Selatan contohnya. Kamis (11/10) lalu mengadakan konsolidasi kepengurusan baru untuk bisa lebih optimal membantu permintaan sertifikasi syariah rumah sakit yang kian hari kian bertambah.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh oleh Ketua Umum Mukisi, dr. Masyhudi AM, M.Kes.  digelar untuk mewujudkan tagline dan isu sentral Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) periode 2016-2021, yaitu ‘Bangkitkan Rumah Sakit Syariah di Nusantara’. Karenanya, diperlukan sinergitas dan kerja keras seluruh pengurus Mukisi di setiap wilayah.

“Pengurus Mukisi Kalsel sebenarnya sudah ada. Ini pembaharuan atau revitalisasi pengurus saja,” papar dokter yang juga menjadi Direktur RSI Sultan Agung Semarang ini.

Dari pertemuan tersebut menghasilkan susunan kepengurusan Mukisi Kalimantan Selatan yang diketuai oleh Drg. Hj Eva, dengan anggota dr. Hasan Zein, SpP (spesialis paru di RSI Banjarmasin), dr Muhammad Isa, SpP, dr. Abimanyu, Sp. PD, KGEH, FINASIM (spesialis penyakit dalam di Instalasi Rawat Jalan Spesialis Sari Mulia), Fahrur Razi, dan dr. Rifki.

“Tadi  baru ada kesepakatan dengan para senior Mukisi Kalsel untuk menunjuk drg. Eva (Direktur RSI Banjarmasin) menjadi Ketua dan memilih lima orang menjadi formatur utntuk menyusun kelengkapan pengurus Mukisi Kalsel,” papar Dokter Masyhudi.

Setelah formasi terbentuk, agenda berikutnya adalah melengkapi kepengurusan, pelantikan pengurus dan seminar tentang sertifikasi Rumah Sakit (RS) Syariah di Kalimantan Selatan. Ghirah ‘bersyariah’ RS yang ada di Kalimantan Selatan memang cukup tinggi. “Banyak RS yang sepakat dan semangat untuk segera mengajukan proses Sertifikasi RS Syariah,” imbuhnya.

Revitalisasi pengurus ini, lanjutnya, tentunya mengemban tanggungjawab yang berat. Para pengurus baru harus koordinasi intens dengan seluruh RS Anggota. Juga membantu proses Sertifikasi RS Syariah bagi RS Kalimantan Selatan yang ingin pelayanannya disyariahkan. “Membantu peningkatan quality and patient safety, itu yang penting,” ujarnya mengakhiri. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here