Mukisi.com-Sebagai bentuk penghargaan atas peran dan kerja keras perumahsakitan Indonesia, PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) mengadakan “Malam Penganugerahan PERSI Awards 2018”. Dalam acara akbar yang diselenggarakan setahun sekali itu 5 RS Anggota Mukisi mendapatkan nomor untuk masuk di babak final PERSI Award 2018.

Kegiatan yang bertempat di Jakarta Convention Center akan dilaksanakan pada tanggal 17-20 Oktober 2018 mendatang. Tahun ini, PERSI mengangkat tema “Dengan Smart Hospital dan Jiwa Hospitalpreneurship Rumah Sakit Indonesia Siap Melaksanakan Universal Health Coverage dan Berkompetisi pada Era Global”.

dr. Mus Aida, MARS, Ketua Lembaga Prestasi dan Komite PERSI Awards mengatakan, penghargaan ini diberikan kepada rumah sakit (anggota PERSI), lembaga atau instansi, pengurus atau mantan pengurus PERSI Pusat atau Daerah dan perseorangan dari institusi kesehatan atau masyarakat yang telah membuktikan prestasi dan pengabdiannya dalam pengembangan rumah sakit.

Rumah Sakit (RS) Anggota Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) turut aktif berkompetisi memberikan yang terbaik dalam perlombaan ini. Hasilnya, 5  RS anggota Mukisi berhasil masuk pada babak final. Dua di antaranya merupakan RS yang sudah tersertifikasi syariah. Kelima RS tersebut antara lain, RSI Sultan Agung Semarang, RSI Siti Hajar Sidoarjo, RS PKU Muhammadiyah Bantul, RSI Nurhidayah Bantul dan RS PKU Muhammadiyah Surakarta.

RS Siti Hajar Sidoarjo berhasil masuk babak final kategori Corporate Social Responsibility Project dengan makalahnya yang berjudul “Pengaruh penerapan coorporate sosial responsibility (CSR) RSI Siti Hajar Sidoarjo terhadap citra, kepercayaan dan loyalitas”. Pada kategori yang sama, RSI Sultan Agung Semarang juga berhasil lolos dengan judul “”Magic nutribook” sebagai media edukasi gaya hidup yang lebih baik”.

Tak hanya itu, RSI Sultan Agung juga berhasil lolos pada kateogi lain, yaitu kategori Human Resources Development Project dengan judul “Persepsi dokter tentang peran apoteker dalam pelayanan kefarmasian di RS Islam Sultan Agung”.

Tak mau kalah, RSU PKU Muhammadiyah Bantul juga berhasil masuk babak final pada dua kategori, yaitu kategori Clinical Service Improvement Project dengan judul “Si mungil cantik menawan hati”. Serta kategori yang sama dengan RSI Sultan Agung Semarang, yaitu Human Resources Development Project dengan judul “Androidkku “TTM”ku”.

Di sisi lain, RS PKU Muhammadiyah Surakarta berhasil lolos pada kategori Patient Safety Project dengan judul “Berhenti untuk selamet (Pit Stop sebagai upaya implementasi komunikasi efektif hand over pasien dalam menunjang mutu dan keselamatan pasien di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta)”.

Kemudian, RSI Nur Hidayah Bantul sebagai RS Syariah Kedua di Indonesia juga lolos masuk tahap final pada dua kategori sekaligus, yaitu kategori Innovation in Hospital Management And Govermance Project dengan judul “Implementasi sistem deteksi fraud di RS Nur Hidayah” dan kategori Customer Service, Marketing & Public Relation Project dengan judul “Pengaruh bauran pemasaran terhadap minat pasien berkunjung kembali di unit rajal RS Nur Hidayah tahun 2018”

Kategori-kategori yang ada dalam PERSI award merupakan adaptasi dari kategori yang ada dalam perlombaan tingkat Asia, yaitu Asian Hospital Management Awards (AHMA). Dengan melakukan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan kondisi perumahsakitan di Indonesia, sehingga perhargaan ini secara nasional menjadi Indonesian Hospital Management Awards (IHMA).

Pada babak final esok, penilaian makalah akan diurai dengan beberapa penilaian, antara lain penyajian dengan bobot 10 %, metodologi dengan bobot 10%, hasil dan manfaat dengan bobot 15 %, kemudahan penerapan dengan bobot 20 %, inovasi bobot 20 %, serta diskusi dengan bobot 30 %.

Menanggapi hal ini, Wakil Sekretaris Mukisi, Miftachul Izah, SE, M.Kes mengatakan, ajang PERSI award tahunan memang menjadi salah satu upaya memingkatkan pelayanan RS, baik dari aspek pelayanan, inovasi pelayanan, keselamatan pasien, maupun manajemen. “Dengan begitu, kami harap penelitian yang ikut dalam PERSI award bisa menjadi best practice bagi RS lain,” harapnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here