Mukisi.com-Tak lama lagi, sebanyak tiga rumah sakit yang tersertifikasi syariah akan muncul di Aceh. Saat ini ketiga rumah sakit itu sedang menjalani proses pra survey menuju ke RS Syariah.

Proses pra survey untuk tiga rumah sakit yang telah berlangsung dari Senin (01/10) hingga Rabu depan (03/10). Tiga rumah sakit tersebut terdiri dari dua rumah sakit pemerintah dan satu rumah sakit swasta.

“Rumah sakit di Aceh yang telah berencana melakukan sertifikasi adalah RSUD Zainoel Abidin, RSUD Meuraxa, dan RS Ibnu Sina,” papar dr. Masyhudi AM, M.Kes, Ketua Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) Pusat.

Dalam melakukan pra survey tersebut, Mukisi mengirimkan dr. Masyhudi AM, M.Kes sebagai ketua Mukisi pusat dan Miftachul Izah, S.E., M.Kes, sebagai wakil sekretaris Mukisi untuk melakukan pra survey di ketiga rumah sakit tersebut.

Agenda pra survey dimulai dari paparan yang diberikan para direktur rumah sakit. Setelah itu, Mukisi melakukan pengecekan dokumen yang terkait dengan butir-butir standar penilaian rumah sakit syariah. Lalu Mukisi melihat implementasinya hingga menelusuri beberapa ruangan untuk keperluan sertifikasi.  Sebanyak 16 titik ruangan yang disurvey.

Dalam agenda pra survey kali ini tidak ditemukan hambatan-hambatan yang berarti. Dokter Masyhudi menyatakan bahwa ketiga rumah sakit tersebut sangat siap melakukan pra survey. “Saya bahkan melihat semangat yang luar biasa dari pihak rumah sakit untuk mewujudkan sertifikasi syariah di rumah sakit masing-masing, meskipun prosesnya cukup melelahkan karena dilakukan sejak pagi hingga sore,” akunya.

Meski demikian, tantangan bagi tiap rumah sakit syariah selalu ada. Terutamanya dalam hal akad. Meski, sebelumnya di ketiga rumah sakit tersebut sudah mengenal akad tapi dalam sertifikasi ini mengandung penilaian yang lebih kompleks.

“Ini sudah menjadi tantangan bagi rumah sakit syariah, Mukisi, bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI),” aku dokter Masyhudi.

RS Syariah Tak Eksklusif Milik RS Islam

Menurut Dokter Masyhudi, dengan diprosesnya dua rumah sakit milik pemerintah daerah ini otomatis mematahkan anggapan bahwa sertifikasi untuk menjadi RS Syariah hanya akan dilakukan secara eksklusif untuk RS Islam saja.

“Kami membuka pintu lebar-lebar untuk RS yang ingin tersertifikasi syariah, baik milik pemerintah maupun milik swasta, semuanya bisa mengambil sertifikasi ini,” ujarnya.

Di tempat lain, ia menambahkan, RSUD Kota Tangerang juga sedang  mengajukan sertifikasi syariah. “Mereka sudah mengajukan sertifikasi, dan sekarang masih tahap pendampingan,” imbuh ketua Mukisi pusat tersebut.

“Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi semua rumah sakit untuk menanamkan nilai-nilai Islam di dalamnya. Sehingga selain akan memunculkan perbaikan pelayanan sesuai dengan kaidah syar’i juga mengundang keberkahan,” harap Dokter Masyhudi mengakhiri. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here