Mukisi.com-Kali ini giliran Aceh yang mendapatkan giliran untuk menyosialisasikan konsep RS Syariah. Kegiatan itu, sukses menjadi sorotan berbagai pihak rumah sakit di Aceh.

Selain silaturahim, kegiatan yang digelar Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) untuk menjelaskan bagaimana RS Syariah itu kepada audience. Acara silaturrahim dan sosialisasi sertifikasi rumah sakit syariah yang digelar pada Ahad, (02/10) di Hotel Al Hanafi, Banda Aceh itu menghadirkan dr. Masyhudi AM, M.Kes, Ketua Mukisi Pusat yang membawakan materi Sertifikasi Rumah Sakit Syariah.

“Peserta yang datang berasal dari perwakilan 15 rumah sakit daerah dan swasta,” kata dr. Iskandar Sp.BS, M.Kes, Ketua Mukisi Provinsi Aceh.

Diakui oleh Dokter Iskandar bahwa  selama ini  belum ada rumah sakit yang tersertifikasi Syariah di Aceh. Karenanya, dengan adanya acara ini, ia berharap, geliat rumah sakit syariah di tanah air semakin terlihat, terutama di Aceh yang selama ini dikenal sebagai Serambi Mekkah.

Acara ini, lanjutnya, bertujuan untuk memperkenalkan rumah sakit syariah di seluruh RS di Aceh. “Alhamdulillah banyak sekali rumah sakit yang mengirimkan perwakilannya di acara ini,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sudah seharusnya seluruh rumah sakit di Aceh menjadi rumah sakit syariah, karena aturan daerah mengharuskan hal itu. Hal-hal yang berbau syariah seharusnya mudah doiterapkan di Aceh.

“Para peserta antusias dan mengajukan beberapa pertanyaan berbagai nhal tentang rumah sakit syariah. Seputar transaksi dengan bank dan BPJS, juga banyak ditanyakan,” jelas dokter Iskandar.

Pendampingan 3 Rumah Sakit

Respon positif dari forum itu, akan semakin menguatkan target Mukisi bahwa di 2018 ini muncul 50 RS Syariah. “Mudah-mudahan bisa segera melakukan pendampingan,” kata dokter yang juga staf fungsional bedah Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Saat ini Mukisi sedang melakukan pra survey pada tiga rumah sakit di Aceh yang ingin melakukan sertifikasi syariah. Rumah sakit tersebut di antaranya adalah Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa, dan Rumah Sakit Ibnu Sina.

“Diharapkan, rumah sakit-rumah sakit tersebut dapat menjadi pelopor rumah sakit syariah di Aceh,” ungkapnya mengakhiri. (ipw)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here