Mukisi.com-Ruqyah, salah satu pengobatan alternatif yang bersumber pada do’a yang ada di Al Qur’an ternyata juga dijumpai di RS Syariah. Selain dapat menyembuhkan fisik, ruqyah juga dianggap mampu mengisi kekosongan spiritual. Rumah Sakit (RS) Syariah pun tak ketinggalan menyediakan layanan ruqyah guna melengkapi ikhtiar pasien dalam mencari kesembuhan.

Dikatakan oleh H. Samsudin Alim, S.Ag, M.Ag, Manajer Bidang BPI (Bimbingan Pelayanan Islam) RSI Sultan Agung Semarang, bahwa makna ruqyah secara etimologis adalah “al-udzah” yang berarti perlindungan. Sedangkan secara terminologis, ruqyah bermakna doa dan bacaan-bacaan yang mengandung permintaan tolong dan perlindungan kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk mencegah atau mengobati bala dan penyakit.

Ruqyah dapat digunakan untuk pengobatan. Sebagaimana pendapat Ibnu Hajar, para ulama sepakat telah berijma’ (bersepakat) akan bolehnya menggunakan ruqyah sebagai pengobatan dengan terpenuhinya beberapa syarat.

“Pertama, ruqyah tersebut harus menggunakan ayat-ayat, nama-nama Allah dan sifat Allah. Kemudian diucapkan dengan Bahasa Arab. Serta harus diyakini bahwa yang memberikan pengaruh dan kesembuhan adalah Allah subhanahu wa ta’ala,” paparnya.

Pada dasarnya penyembuhan yang bersumber dari medis modern adalah sunnatullah, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip Islam. Sementara ruqyah merupakan salah satu metode penyembuhan dengan menggunakan doa dan bacaan ayat-ayat qur’an.

“Karenanya, ruqyah berperan sebagai bentuk pengobatan komplementer yang dapat disinergikan dengan pengobatan medis modern,” imbuh pria yang juga menjadi anggota divisi sertifikasi RS Syariah Majelis Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) ini.

Di sisi lain, manfaat ruqyah bagi kesembuhan juga dibuktikan oleh riset medis modern. “Berdasarkan penelitian Dr. Dossey dari Universitas di Texas, menyatakan bahwa doa dapat membantu mengendalikan sel-sel kanker, sel-sel darah merah, enzim, bakteri maupun jamur dalam  tubuh,” terangnya.

Ketentuan Pengambilan Tindakan Ruqyah

RS Syariah menentukan beberapa kriteria pasien yang perlu dilakukan pelayanan ruqyah. Beberapa ketentuan tersebut antara lain anak kecil yang terus menangis tanpa sebab, pasien merasakan kecemasan dan ketakutan yang tak beralasan, tersenyum atau bicara sendiri tanpa sebab, munculnya emosi yang sulit dikendalikan, sakit kepala tanpa sebab, melakukan gerakan seperti binatang tanpa disadari, banyak mengkhayal dan melamun, serta beberapa keadaan lain.

“Berat untuk melakukan kebaikan dan ketaatan juga menjadi kondisi diperlukannya pelayanan ruqyah bagi diri seseorang,” ujarnya mengimbuhkan.

Pelayanan ruqyah, lanjutnya, akan dilakukan oleh petugas keperawatan dan kerohanian di sebuah RS Syariah bila ada permintaan dari pasien atau keluarga pasien. “Karena prinsipnya adalah menolong dan membantu dalam kebaikan,” paparnya.

Petugas yang melakukan pelayanan ruqyah adalah petugas kerohanian Islam atau petugas rumah sakit yang telah memiliki kemampuan meruqyah. “Ada pelatihan bimbingan ruqyah syar’iyyah bagi petugas yang bersangkutan. Bahkan di beberapa kota dan  provinsi ada asosiasi atau forum yang mengorganisir petugas pelayanan ruqyah,” paparnya.

Untuk mensinergikan layanan medis dan layanan spiritual, RS Syariah jaringan Mukisi dapat menerapkan pelayanan ruqyah sebagai terapi komplementer seperti halnya terapi psikospiritual yang telah berjalan selama ini.

Diakui oleh Ustadz Samsudin, permintaan ruqyah di sebuah RS Syariah justru banyak datang dari pasien atau keluarga pasien. “Hal ini membuktikan adanya respon yang baik dari pasien atas pelayanan ruqyah,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here