Mukisi.com-Pelantikan pengurus Persatuan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) periode 2018-2021 telah dilakukan pada Jumat lalu (28/9). Pengurus PERSI Yogyakarta akan terus memperjuangkan berbagai perbaikan di bidang kesehatan, khususnya di daerah DIY.

Acara yang bertempat di Ruang Utama Gedung Diklat RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta ini dihadiri sekitar 150 orang. Beberapa yang hadir berasal dari perwakilan Gubernur DIY yang diwakili oleh Asisten Keistimewaan Setda DIY, Dinas Kesehatan DIY, Direktur RSUP Dr. Sardjito, Ketua PERSI Pusat, Ketua PERSI DIY periode tahun 2014-2018 dan tamu undangan lainnya.

dr. Kuntjoro Adi Purjanto, M.Kes, Ketua PERSI Pusat dalam sambutannya menekankan bahwa berbagai ujian yang dihadapi PERSI saat ini haruslah diiringi dengan keyakinan dan tekad kuat PERSI untuk memperjuangkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

Do by heart,” kata Dokter Kuntjoro. PERSI meyakini, melakukan pekerjaan dari hati akan dapat menyelesaikan misi bersama secara gemilang.

Kepengurusan Baru Upayakan Perbaikan Signifikan

Kepengurusan PERSI DIY periode 2018-2021 ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandangani oleh Ketua Umum PERSI, Ketua PERSI DIY periode 2015-2018, Ketua PERSI DIY Periode 2018-2021, kemudian beberapa saksi dari pengurus pusat.

Dr. dr. Sagiran, Sp.B., M.Kes, anggota MAKERSI (Majelis Kehormatan Etik RS Indonesia) Pusat yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan bahwa permasalahan yang dianggap paling krusial oleh kepengurusan PERSI periode ini adalah harmonisasi sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang dapat dikatakan masih ditangani secara monopoli oleh satu pihak, yaitu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“Dan yang paling perih dirasakan RS anggota PERSI adalah adanya claim pending. Oleh karena itu sangat dihimbau pemerintah segera mengatasi permsalahan ini, agar PERSI dapat menjalankan tugasnya dalam pelayanan,” ungkap dokter bedah RS Nur Hidayah Bantul ini.

Terkait program kerja, pengurus PERSI DIY periode 2018-2021 mengutamakan konsolidasi antar anggota terlebih dahulu.

“Setelahnya kami akan merapikan sistem rujukan berjenjang. Karena beberapa kebijakan yang baru dari  Kemenkes dan Direktur BPJS wilayah DIY  sudah disepakati tidak atau belum diberlakukan dulu sampai dengan nanti terjadi kestabilan pelayanan,” jelas pria yang juga menjadi ex officio PERSI DIY ini.

Membenahi Program Kerja Kepengurusan Sebelumnya

Diakui oleh Dokter Sagiran, terdapat beberapa program kerja kepengurusan periode sebelumnya yang akan dilanjutkan untuk kemudian dikembangkan lebih baik. Yaitu penerapan standardisasi kelas yang akan dipelajari lebih lanjut supaya tidak ada anggota RS PERSI DIY yang kemudian menjadi turun kelas.

“Karena ini akan menjadi issue yang cukup serius jika ada RS yang turun kelas. Kalaupun memang harus demikian karena kondisi, ya apa boleh buat. Tetapi PERSI berusaha melakukan pembinaan kepada para anggotanya supaya bisa mempertahankan status atau peringkat kelasnya,” paparnya.

Kepengurusan Baru Harapkan Lebih Banyak Prestasi

Goal dan harapan yang ingin dicapai oleh kepengurusan PERSI periode 2018-2021 adalah tetap melayani kesehatan masyarakat dengan baik, tetap solid antar anggota, kemudian mengukir prestasi secara nasional, bahkan internasional.

“Kemarin juga sempat disinggung bahwa DIY aktif dalam human relief bencana alam yang sudah terjadi di Lombok,” paparnya.

Aksi tanggap darurat yang dilakukan DIY itu langsung ditangani oleh Gubernur dan Kepala Dinas terkait. Bahkan sejak tanggap darurat sampai pada tahap recovery.

Insyaa Allah untuk gempa di Palu, PERSI DIY  juga sudah membicarakannya untuk berperan aktif,” kata pria yang juga menjadi Ketua Divisi Sertifikasi Majelis Upaya KesehatanIslam Seluruh Indonesia (Mukisi).

Peran Mukisi dalam PERSI

Mukisi sendiri di dalam kepengurusan PERSI berperan sebagai ex officio. Hak ex officio memiliki pengertian ‘karena jabatan’. Artinya, ex officio merupakan jabatan seseorang pada lembaga tertentu karena tugas dan kewenangannya pada lembaga lain.

Di antara yang termasuk sebagai ex officio PERSI DIY adalah Ketua MUKISI DIY, Ketua Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (PERDHAKI), Ketua Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI), Ketua RS TNI / Polri, dan Ketua ARSADA (Asosiasi Rumah Sakit Daerah).

“Saya sebagai ketua Mukisi cabang Jogja otomatis menjadi EX Officio dari kepengurusan PERSI DIY. InsyaAllah kami akan berkolaborasi untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan,” ujar alumnus Magister Kesehatan UGM Yogyakarta ini. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here