Mukisi.com- Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa jumlah kematian di dunia yang diakibatkan oleh kardivaskuler akan meningkat hingga tahun 2030, sekitar 23,6 juta orang. Meski demikian, penyakit ini bisa bisa dicegah dengan gaya hidup. Islam ternyata mengajarkannya.

Hari Jantung Sedunia (World Heart Day) selalu diperingati setiap tahun sekali, tepatnya di 29 September diharapkan menjadi pengingat masyarakat agar menjaga dan memperbaiki gaya hidup. Menjaga kesehatan  jantung, sebenarnya telah dicontohkan tauladan kita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semasa hidupnya yang sejalan dengan ilmu medis.

Tidur dengan Kualitas Baik

Dalam sebuah hadist diterangkan bahwa Rasulullah sangat mengutamakan kualitas tidur yang baik, salah satunya adalah dengan waktu tidur yang cukup dan  tidak begadang.

“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya (begadang).” [HR Bukhari dan Muslim)

Kemudian hal ini juga sejalan dengan firman Allah yang terdapat dalam surat An-Naba’ ayat 9 berikut, “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.” (QS. 78: 9).

Sisi medis pun mendukung hal ini. Dikatakan oleh dr. Eka Ginanjar, SpPD-KKV, FINA SIM, FACP, FICA, Kepala Unit Pelayanan Jantung Terpadu RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), bahwa orang dengan kualitas tidur yang baik dan waktu tidur yang juga cukup akan membuat jantung bekerja secara minimal. Artinya, jantung dapat istirahat pula dengan baik.

“Secara keseluruhan, tubuh membutuhkan istirahat, dan saat tidur kebutuhan oksigen cenderung minimal. Maka jantung pun juga bekerja minimal dengan denyut melambat dan tensi merendah. Sehingga bisa dikatakan di sanalah jantung beristirahat,” paparnya.

Ia mengatakan lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur sangat tergantung dengan kualitas tidurnya. Tetapi rata-rata adalah 6 sampai dengan 8 jam.

“Selain itu, istirahat yang berkualitas akan menekan tingkat stres sehingga bisa lebih baik pula untuk tekanan jantung,” papar dokter yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua IMANI-PROKAMI ini.

Tidur dengan Miring

Di antara tidur dengan kualitas yang lebih baik adalah tidurnya Rasulullah, yaitu dengan miring ke kanan. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah, “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu,” (HR Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

Kemudian Dokter Eka juga menambahkan bahwa tidur dengan miring ke kanan, selain mendapat pahala sunnah, juga dapat membuat tidur lebih nyaman.

“Jika menggunakan asumsi dan logika, maka tidur dengan miring ke kanan dapat membuat lambung lebih bebas. Karena tidak tertekan oleh hati (liver). Inilah yang menyebabkan posisi tidur ini lebih nyaman, terutama bagi yang punya masalah asam lambung. Untuk jantung sendiri, tidur nyaman dan berkualitas memang sangat penting untuk kesehatan jantung,” paparnya.

Bagi orang-orang yang memiliki masalah sleep apnea, yaitu nafas berhenti sesaat saat tidur , menurut Dokter Eka tidur miring adalah solusinya.

“Biasanya penderita sleep apnea adalah orang yang gemuk dan tidur dengan mendengkur keras, maka tidur dengan posisi miring dapat mencegah penyakit tersebut,” paparnya. Sleep apnea, lanjutnya, merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung.

Tidak Tidur Tengkurap

Rasulullah melarang umatnya tidur tengkurap melalui hadist berikut, dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah no. 3724. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Kemudian Dokter Eka menambahkan, tidur tengkurap selain tidak nyaman juga menyebabkan kesulitan bernapas. Inilah yang kemudian bisa mempengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mengonsumsi Kurma

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang memasuki waktu pagi setiap hari dengan memakan tujuh butir kurma ajwa, maka tidak ada racun maupun sihir yang dapat membahayakan pada hari itu.” (HR Bukhari Muslim).

Memang, dunia pengobatan medis mengatakan kurma adalah makanan sehat yang seimbang antara kadar mineral dan gizinya. Namun jika terlalu banyak mengonsumsi kurma, akan menumpukkan kadar kalori yang juga tidak baik untuk kesehatan.

“Untuk membuatnya berjalan proporsional, mangonsumsi kurma secara berimbang dengan makanan sehat lainnya bisa membantu mencegah penyakit jantung, insya Allah,” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here