Mukisi.com-Menuju target 50 rumah sakit syariah di Indonesia di tahun 2018, Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi), sebagai organisasi partner DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia) dalam menyertifikasi RS Syariah selalu sibuk. Kali ini, survey istiqomah diadakan sebagai bentuk praktik lapangan para calon asesor.

Survey kali ini diadakan pada Kamis (27/09) di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul dan diselenggarakan oleh Mukisi. Di dalam survey tersebut dihadiri oleh 1 orang asesor dari Mukisi, 3 orang pengurus pusat Mukisi dan para calon asesor dari berbagai rumah sakit yang berjumlah 14 orang.

“Para calon asesor yang mengikuti agenda survey hari ini berasal dari para calon asesor yang juga mengikuti training asesor di Jakarta beberapa waktu silam,” kata dr. Sagiran, Sp.B., M.Kes, sebagai ketua divisi sertifikasi syariah Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI).

Oleh karenanya, untuk memenuhi kriteria sebagai asesor mereka diajak dalam survey kali ini. “Para calon asesor sudah melakukan training namun belum praktik lapangan. Survey kali ini adalah praktik lapangan mereka,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Dokter Spesialis Bedah RS Nur Hidayah Bantul.

Banyak yang dilakukan oleh para calon asesor dalam survey tersebut. Beberapa di antaranya adalah melakukan auditing dokumen yang terkait dengan standar penilaian rumah sakit syariah dan melihat implementasi secara langsung.

“Dibersamai dengan tim dari RS Nur Hidayah, para calon asesor melakukan audit dan turun langsung untuk melihat implementasi syariah di dalam rumah sakit,” paparnya.

Survey Istiqomah dilakukan sebagai bentuk penjagaan terhadap konsistensi rumah sakit yang sudah tersertifikasi dan sekaligus sebagai media pembelajaran bagi para calon asesor.

Oleh karenanya, para calon asesor juga melakukan wawancara singkat terhadap staf, pasien, dan pengunjung. Hal demikian dilakukan untuk verifikasi, apakah rumah sakit telah sesuai konsep syariah dan implementasi nilai syariahnya.

Karenanya bagi para calon asesor, survey hari ini merupakan tahapan lebih lanjut untuk menjadi asesor sertifikasi rumah sakit syariah. “Setelah melakukan praktik lapangan seperti ini, para calon asesor akan mendapat sertifikat dari MUI,” lanjutnya.

Materi dan Praktik di Lapangan Klop

“Respon dari para calon asesor terhadap survey hari ini sangat bagus. Menurut mereka, materi pelatihan dan contoh yang ada di lapangan sesuai dan instrumen- instrumen penilaian dan mudah diaplikasikan,” ujar dokter Sagiran.

Dengan berlangsungnya survey hari ini, para calon asesor sudah memiliki bekal yang cukup untuk menjadi asesor dalam survey-survey sertifikasi rumah sakit syariah di waktu yang akan datang. Hal demikian dilakukan untuk mendukung program MUKISI bagi Indonesia.

“InsyaAllah kami dari pengurus pusat MUKISI menargetkan bahwa akan ada 50 rumah sakit syariah di seluruh Indonesia pada akhir tahun 2018,” tutupnya. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here