Mukisi.com-Menyandang status rumah sakit syariah memang tidak mudah, hal-hal yang sering dianggap remeh namun terkait dengan nilai-nilai syar’i tak boleh sedikitpun terlewatkan. Misalnya menjaga aurat dan kehormatan pasien. Khusus untuk ibu yang menyusui, RS Syariah harus menyediakan Pedasui  (penutup dada ibu menyusui).

Rumah Sakit (RS) Syariah menyediakan pedaisui untuk menjaga fitrah para ibu menyusui. Sejatinya, pedaisui sangat penting diterapkan oleh semua muslimah yang sedang menyusui. Hal ini tidak hanya berlaku untuk RS syariah saja, melainkan untuk seluruh RS yang merawat pasien muslimah.

Pentingnya pedaisui ini ditekankan oleh Kabag Bimbingan Rohani Islam RSI Sultan Agung Semarang, Khusnul Khatimah, S.PdI., M.Si. “Sangat perlu mengingat mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sehingga dengan penggunaan pedaisui ini akan membantu pasien muslimah untuk dapat menginternalisasikan nilai-nilai Islam di manapun mereka berada. Selain untuk pemenuhan kaidah syar’i, ini juga menjaga kehormatan pasien,” paparnya.

Awal Mula Terciptanya Pedaisui

Gagasan pedaisui ini bermula dari keprihatinan RS Syariah karena belum adanya kesadaran pasien, khususnya muslimah dalam menjaga aurat. Kemudian RS Syariah, dalam hal ini RSI Sultan Agung, membuat terobosan untuk mendesain celemek yang dapat digunakan ibu menyusui untuk menutup auratnya.

Kemudian seiring berjalannya waktu, RS Syariah berinovasi agar ibu muslimah tidak kerepotan dengan hijab dan celemek. Hal ini kemudian membuat RS Syariah mengubah desain celemek tersebut menjadi pedaisui.

“Ini lebih praktis dan mudah dipakai oleh muslimah,” imbuhnya.

Mengingat jumlah ibu menyusui cukup banyak, sehingga pengadaan pedaisui tidak memungkinkan jika diproduksi sendiri. Oleh karenanya, kini RSI Sultan Agung bekerjasama dengan “Kattan”  yang sudah ditunjuk sebagai vendor pengadaan pedaisui.

“Namun harapan kami ke depan, Mukisi dapat memfasilitasi seluruh rumah sakit syariah dalam pengadaan pedaisui. Tentunya dengan memperhatikan bahan yang sudah tersertifikasi halal dan memperhatikan kenyamanan ibu menyusui,” harapnya.

Sosialisasikan ke Seluruh Perawat yang Bertugas

Untuk mengedukasi pasien ibu menyusui terkait hal ini, RS Syariah melibatkan semua stakeholder yang ada didalamnya. Dengan menerapkan kebijakan untuk menyosialisasikan pentingnya pedaisui ini kepada seluruh petugas pelayanan, maka akan memudahkan petugas dalam mengedukasi pasien.

“Ditambah lagi, RS Syariah menggunakan cara komunikasi yang Islami, insyaa Allah, pesan yang disampaikan mampu memberikan pemahaman bagi pasien muslimah yang sedang menyusui,” ungkap Bu Khusnul.

Kemudian, terkait dengan ibu menyusui yang enggan menggunakan pedaisui, maka RS Syariah tak lelah berupaya mengajak pasien pada kebaikan, tentunya dengan cara yang bilhikmah. Hal ini dikarenakan, niat awal RS Syariah adalah mengajak pasien pada kebaikan dan berupaya memahami Islam dengan benar. Jika upaya-upaya persuasif tersebut tetap tidak diterima, maka petugas mengupayakan tirai untuk menjaga aurat pasien.

“Namun jika hal itu tidak  memberikan respon yang positif dari pasien, maka petugas akan menginformasikan pemanfaatan tirai yang ada dalam setiap ruangan supaya ibu yang menyusui tetap nyaman dan auratnya terjaga dengan baik,” paparnya.

Sediakan Pedaisui hingga Pasien Keluar dari RS

RS Syariah menyediakan pedaisui sejak pasien pertama kali menyusui hingga diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawat. Artinya, selama pasien masih di rumah sakit maka prosedur penggunaan pedaisui masih berlangsung. Pedaisui akan dilepas ketika pasien hendak meninggalkan RS dan diganti dengan hijab milik pasien.

Diakui oleh Bu Khusnul, bahwa untuk saat ini RSI Sultan Agung tidak menjual produk pedaisui kepada pasien selepas pulang dari RS. “Namun kami selalu melakukan edukasi terkait etika bagi ibu menyusui agar pasien dapat selalu menjaga aurat di manapun berada.” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here