Mukisi.com-Tak hanya tentang kaidah syar’i, adab ternyata juga menjadi perhatian khusus di rumah sakit syariah. Karenanya, RS Syariah memberi edukasi kepada pasien maupun pengunjung tentang adab, terutama yang terkait khalwat dan hijab.

Pepatah Arab mengatakan bahwa mengukur kemuliaan seseorang itu dengan adab, bukan dengan keturunan. Menjaga adab telah menjadi hal penting yang dapat mengangkat kemuliaan seseorang. Karenanya, rumah sakit syariah menempatkan pentingnya adab baik bagi pasien maupun pengunjung.

Terkait dengan hal itu, dr. Lukluk Purbaningrum selaku Kepala Unit Rawat Inap Rumah Sakit Islam Yogyakarta Persaudaraan Djama’ah Hadji Indonesia (RSIY PDHI) mengatakan bahwa ada beberapa adab rumah sakit syariah yang perlu diketahui pasien. “Ada dua adab terpenting, yaitu adab berkunjung dengan menghindari khalwat dan adab memakai jilbab,” jelasnya.

Di sisi lain menurutnya, bahwa adab di dalam rumah sakit syariah adalah hal yang penting untuk dijaga dan diawasi. “Dua adab tadi penting untuk diketahui bagi pasien maupun pengunjung, karena berkaca pada kejadian yang tidak diinginkan dan sekaligus merupakan tuntunan agama,” pungkas Dokter Lukluk.

Kejadian yang tidak diinginkan yang dimaksud adalah ketika seorang pasien rumah sakit dijaga dengan yang bukan mahramnya. “Misalnya yang jagain pasien bukan mahramnya, namun pacarnya. Ini pernah kejadian,” ujarnya. Dengan berkaca pada kejadian tersebut, rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah dengan tegas menjalankan adab yang sesuai dengan tuntunan agama.

Karenanya, tidak sedikit tulisan-tulisan yang tertempel yang menyarankan bahwa pasien harus ditemani oleh mahramnya. “Tak hanya itu, perawat yang ada di RS Syariah selalu siap menemani pengunjung, agar tidak berkhalwat dengan pasien, jika tidak ada mahramnya,” katanya.

RS Menyediakan Jilbab

Sementara itu, adab memakai jilbab bagi muslimah di rumah sakit juga merupakan hal yang harus dijaga. Bahkan, rumah sakit-pun menyediakan jilbab jika pasien tidak punya atau dalam kondisi tertentu tidak membawa jilbab.

“Pasien muslimah di rumah sakit adabnya harus memakai jilbab, rumah sakit menunjang pasien dengan menyewakan jilbab,” terang dr. Masyhudi AM, M.Kes, sebagai Direktur Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.

Di sisi lain, dua adab terpenting itu menurut Lukluk khususnya adab berjilbab hanya berlaku bagi pasien yang muslimah, sedangkan non muslim tidak dikhususkan. Serta, adab yang paling ditekankan kepada pengunjung untuk dijaga adalah adab tidak ber-khalwat.

Karenanya, pihak rumah sakit juga wajib mengedukasi pengunjung secara langsung mengenai adab tersebut. Saking pentingnya adab tersebut di tiap pintu masuk ruang perawatan pasien dipasang himbauan untuk tetap menjaga adab di dalam rumah sakit.

Memang tak semua orang dapat memahami pentingnya adab tersebut. Karenanya, pihak rumah sakit harus terus mengedukasi pasien agar benar-benar memahami bahwa ada adab yang harus dijaga.

“Kami memberi himbauan yang terkait melalui banner maupun pengumuman di beberapa titik yang mudah terlihat di sekitar rumah sakit, maupun melalui penjelasan langsung jika situasinya tepat,” kata Dr. dr. Sagiran Sp.B., M.Kes, Ketua Divisi Sertifikasi Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI).

Kemudian, Dokter Sagiran kembali memaparkan bahwa selain memberikan himbauan dan beberapa pengumuman untuk menjaga adab, pihak rumah sakit juga melakukan edukasi langsung dengan bahasa yang mudah dipahami, diterima, serta bersahabat bagi kebanyakan orang.

“Memang tak mudah, kadang ada juga yang protes. Namun ini untuk kebaikan pasien dan keluarga. Setelah kami jelaskan, biasanya mereka memahami,” imbuh pria yang juga merupakan anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini. (ipw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here