Mukisi.com-Kesadaran pentingnya penerapan kaidah syar’i dalam pelayanan RS (Rumah Sakit) kini kian meningkat. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya RS di Indonesia yang mendaftar pendampingan sertifikasi syariah. Akhir Oktober mendatang, giliran RSI Namira, Selong, Lombok yang mendapat pendampingan sertifikasi syariah.

Keinginan RSI Namira untuk mendapatkan sertifikasi syariah sudah ada sejak setahun belakangan. Namun diakui oleh Direktur RSI Namira, dr. Hj. Wikan Tyasning Sp.PD, bahwa RSI Namira juga sedang mempersiapkan survey akreditasi secara paripurna oleh KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit). Oleh karenanya, usaha ekstra harus dipersiapkan dengan baik untuk mendapatkan keduanya, akreditasi paripurna KARS dan sertifikasi syariah DSN-MUI (Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia).

“Kebetulan kami sedang persiapan juga untuk survey akreditasi KARS yang Oktober esok memasuki tahapan verifikasi ketiga. Sekalian persiapan dokumen akreditasi syariah,” paparnya.

Persiapan ini, kata dia, difasilitasi dengan baik oleh Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI). Sebagai organisasi penggerak kesehatan Islam, Mukisi tak hanya membantu persiapan sertifikasi syariah, namun juga membantu RS terkait, untuk akreditasi KARS sebagai syarat utama diprosesnya sertifikasi syariah oleh DSN-MUI.

Selain itu, lanjutnya, Ketua Divisi Sertifikasi Syariah, dr. Sagiran, Sp.B, M.Kes, juga memberikan tausyiah dan penjelasan tentang RS Syariah.

“Kebetulan Dokter Sagiran, mampir ke RSI Namira saat baksos korban gempa Lombok. Beliau memberikan gambaran tentang RS Syariah yang insyaa Allah bermanfaat untuk kami terus berbenah dan bersiap,” paparnya.

Untuk mengupayakan sertifikasi syariah ini, seluruh bagian dari RSI Namira bahu-membahu mempersiapkan secara matang, baik dari jajaran direksi, maupun karyawan rumah sakit. “Kami targetkan tahun 2019 sudah tersertifikasi syariah,” imbuhnya.

Harapan RSI Namira Usai Peroleh Sertifikat Syariah

Setelah mendapatkan sertifikat syariah, tentunya RSI Namira hadir dengan ‘kemasan’ baru, mulai dari pelayanan kesehatan, rohani, laundry, gizi dan makanan halal, yang seluruhnya dirombak demi perbaikan pelayanan sesuai standar syar’i. Perubahan-perubahan tersebut, dikatakan oleh Dokter Wikan diharap dapat menjadi percontohan RS lain terutama area NTB yang mayoritas penduduk muslim.

Kemudian, RSI Namira berharap dengan sertifikasi syariah, pasien dan keluarga lebih mantap dalam melakukan pengobatan di RS Syariah. “Dan selanjutnya, semoga menjadi dakwah dan amal jariyah.” tutupnya. (Din)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here